Sekilas Info

Guru Kesehatan Cabul Tersangka

ILUSTRASI

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - Novemberi Lasol, oknum guru honorer di salah satu sekolah kesehatan di Kota Ambon, akhirnya resmi mendekam di penjara setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik unit Pelayanan Perempuan dan Anak Satreskrim Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease.

Lelaki bejat berusia 31 tahun ini disangka melanggar Pasal 82 tentang pencabulan terhadap anak dibawa umur sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Perlindungan Anak nomor 35 tahun 2014. Ia terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara.

“Sudah kami tetapkan sebagai tersangka. Ia terancam hukuman 15 tahun penjara,” kata Kasubbag Humas Polres Ambon, Ipda Julkisno Kaisupy kepada Kabar Timur, Senin (8/4).

Guru bejat yang baru diketahui bukan bertugas di SMK Kesehatan Waiheru ini dijadikan sebagai tersangka setelah penyidik mengantongi sejumlah alat bukti. Diantaranya keterangan sejumlah saksi termasuk pengakuan tersangka.

“Saat ini guru tersebut sudah kami jerumuskan ke rumah tahanan Polres Ambon,” ungkap mantan Kapolsek Teluk Ambon ini.

Saat ini, tambah Julkisno, penyidik sementara merampungkan berkas perkara tersangka untuk dilimpahkan kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Ambon.

“Berkasnya masih disusun untuk dilimpahkan ke JPU dalam tahap I,” tandasnya.

Untuk diketahui, SM tidak menyangka gurunya tega mencabuli dirinya. Niatnya untuk memperbaiki nilai ujian harus ternoda dengan sikap bejat Novemberi Lasol, sang guru.

Aksi laknat itu terjadi di kamar kos pelaku di kawasan Talake, Kecamatan Nusaniwe Ambon, Rabu (3/4), sekira pukul 18.40 WIT.

Peristiwa itu berawal ketika nilai ujian korban jelek. Ia kemudian berkonsultasi untuk memperbaiki nilai mata pelajaran yang diberikan pelaku.

Setelah berbicara dengan pelaku, gadis 18 tahun ini mendatangi kamar kontrakan guru bejatnya tersebut. Korban datang bersama seorang rekannya. Setelah tiba, korban meminta temannya untuk pulang duluan.

Didalam kamar, tersangka gelap mata dan mulai beraksi. Tak hanya mencabuli, pelaku juga nyaris memerkosa korban dengan cara memaksanya melucuti celana yang dipakai. Beruntung korban mampu melawan dan melayangkan pesan singkat kepada dua rekannya via SMS. Dua rekannya diminta datang ke kosan pelaku.

Beberapa saat kemudian, MT dan WK rekan-rekan korban tiba. Mereka mengetuk pintu sehingga pelaku melompat dari jendela dan dihakimi massa.

Dianiaya warga, pelaku mengalami luka lecet di bagian pelipis mata kiri. Atas kejadian tersebut Bhabinkamtibmas Kelurahan Wainitu dan piket Polsek Nusaniwe Pos Benteng tiba dan mengamankan pelaku. (CR1)

Penulis:

Baca Juga