Bareskrim Usut Skandal Izin BPS di Gunung Botak

Utama

Dibantu Mucikari Oknum Tentara “Tiduri” Lima Anak

badge-check


Dibantu Mucikari Oknum Tentara “Tiduri” Lima Anak Perbesar

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – Sedikitnya lima anak dibawa umur ditiduri oknum tentara di Kodam Pattimura. Dia dibantu seorang muncikari warga Air Besar (Arbes) Ambon. Rumah mucikari nyaris dibakar, dan pelaku buron.

Adalah Serda Hasanudin. Oknum tentara ini diduga kuat telah meniduri dan mencabul lima anak gadis dibawa umur. Ke-lima anak yang menjadi korban ini tercatat masih duduk di bangku SD dan SMP.

Perbuatan Serda Hasanudin ini, terungungkan menyusul dua korban masing-masing berinisial N (15) dan A (14) mengadu ke orang tuanya. Oleh kedua orang tuanya kasus ini diadukan ke Polres Ambon untuk diusut selanjutnya.

Hanya saja, informasi Kabar Timur menyebutkan, dalam aksi bejatnya Hasanudin tidak sendiri. Dia dibantu seorang mucikari bernama Oca. Wanita 25 tahun ini, menawarkan dua anak gadis itu kepada serda Hasanudin seharga Rp 200 ribu sekali main.

“Jadi dua anak ini pertama ditawarkan Oca. Oca ini bertindak selaku mucikari menawarkan dua anak ini kepada pelaku (Hasanudin). Kedua anak itu ditawarkan per orang, untuk sekali “service plus-plus” Rp 200 ribu,” salah satu keluarga korban kepada Kabar Timur, Minggu, kemarin.

Aksi tak senonoh yang kerap dilakukan Hasanudin ini telah berlangsung sejak Maret 2019. Kasus itu terbongkar setelah kedua korban diduga tak tahan menanggung malu. Sebab, saat berhubungan bak sepasang suami istri, mucikari bejat itu merekam video melalui telepon genggamnya.

“Kasus ini sudah dilaporkan ke Polres Ambon,” kata ungkap dia. Menurutnya, Oca sampai saat ini belum ditemukan. Polisi masih terus melakukan pengejaran terhadap warga Amantelu Dusun Air Besar, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon tersebut.

Bahkan, rumah Oca nyaris dibakar warga yang marah. Beruntung, polisi bergerak cepat mengamankan TKP. “Mucikari namanya Oca. Dia ada lari juga. Tadi (Jumat) massa sudah mau bakar rumahnya. Tapi katong capat naik. Makanya malam ini katong terus melakukan patroli,” terangnya.

Dari data yang didapat, oknum tentara itu bukan saja meniduri dan mencabuli N dan A. Tapi ada tiga korban lainnya. “Korban semuanya masih duduk di bangku SD dan SMP. Ada yang putus sekolah. Satu korban diketahui sudah berangkat ke Bau-Bau (Sulawessi Tenggara),” tambahnya.

Terkait oknum tentara, kata Sumber itu, keluarga korban sudah melaporkan kepada Pomdam Pattimura. Namun berdasarkan informasi yang diterima, oknum ini juga masih melarikan diri.

Kepala Penerangan Kodam Pattimura Kolonel Arm Sarkistan Sihaloho membenarkan adanya laporan kasus asusila di Pomdam Pattimura. Menurutnya, hingga saat ini pihaknya belum menemukan pelaku. “Masih dalam pencarian,” kata Sarkistan kepada Kabar Timur, Minggu (7/4).

Kasat Reskrim Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease AKP. Gilang Prasetyo yang dihubungi Kabar Timur melalui telepon genggamnya tadi malam, belum tersambung. (CR1)

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

15 Hari di Luar Daerah per Bulan: Pemerintahan KKT Dinilai “Jalan Setengah Mesin”, DPRD Didesak Ambil Sikap

25 Juli 2026 - 20:17 WIT

Pelni Ambon & Tim Gabungan Perketat Pengawasan Kapal dari Penyelundupan Satwa Dilindungi dan Barang Terlarang

22 Juli 2026 - 21:30 WIT

BKKBN Maluku & Muslimat NU Bergandengan, Ubah Edukasi Stunting Jadi Aksi Nyata Lewat “Ibu Asuh”

21 Juli 2026 - 20:33 WIT

Ini Strategi Pemprov Maluku di Blok Masela Biar Putra Daerah Tak Cuma Jadi Penonton

21 Juli 2026 - 20:21 WIT

Menanti Blok Masela: Pelni Ambon Siap “Tancap Gas” Jika Arus Logistik Mulai Membanjir

17 Juli 2026 - 00:14 WIT

Trending di Maluku