Sekilas Info

22.699 Siswa di Maluku Ikut UN SMA

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - Ujian Nasional (UN) SMA sederajat digelar serempak di seluruh Indonesia, 1-4 April 2019. Di Maluku UN 2019 diikuti 22.699 siswa SMA, MA dan SMALB.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, M. Saleh Thio menyebutkan, peserta UN terdiri dari siswa SMA sebanyak 20.238 siswa, MA 2.435 dan SMALB 26 siswa.

Jumlah sekolah peserta UN 346 sekolah. Meliputi SMA 280 sekolah, MA 57 sekolah dan SMALB 9 sekolah. Dari jumlah itu, 311 sekolah menerapkan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Sisanya atau 35 sekolah menerapkan Ujian Nasional berbasis Kertas Pensil (UNKP).

Dari 280 SMA di Maluku, 259 sekolah melaksanakan UNBK tersebar di 11 kabupaten/kota. Sementara 21 sekolah masih menerapkan UNKP. Tersebar di Kabupaten Seram Bagian Timur 7 sekolah, Kepulauan Aru 4 sekolah, Maluku Barat Daya 9 sekolah dan Buru Selatan 1 sekolah atau di daerah perbatasan maupun terpencil.

Untuk jenjang pendidikan MA, dari 57 sekolah di Maluku, 52 diantaranya menerapkan UNBK. Lima sekolah sisanya yakni di Kabupaten Seram Bagian Barat masih menerapkan UNKP. Sedangkan dari 9 SMALB di Maluku masih menerapkan UNKP.

“Hari ini pelaksana UN secara serentak, ada yang dalam bentuk UNBK dan UNKP,” ujar Thio usai telekonference di kantor DPK Maluku, Ambon, Senin (1/4) dengan sekolah-sekolah di 11 kabupaten/kota yang melaksanakan UNBK.

Untuk jumlah siswa yang tidak mengikuti UN, Thio mengaku belum mengetahui datanya. “Kita berharap semua bisa mengikuti,” tuturnya.

Menurut dia, jumlah peserta UN tahun 2018 masih lebih banyak dari tahun ini. Selisih sekitar 1.000 peserta.

Khusus untuk UNBK, kata Thio secara umum berjalan lancar, meskipun masih ada kendala teknis terkait dengan jaringan listrik PLN dan jaringan internet. “(Untuk mengantisipasi kendala itu) Semuanya sudah disikapi oleh PLN dan Telkom dengan menempatkan semua sistemnya ke wilayah-wilayah pelaksanaan UNBK. Mereka siap memberikan dukungan penuh agar UNBK berjalan aman lancar dan sukses di Maluku,” jelasnya.

Untuk sekolah-sekolah yang belum memiliki fasilitas komputer yang memadai (belum mandiri), namun menjalankan UNBK dengan cara bergabung dengan sekolah yang sudah mandiri, akan dilakukan penyempurnaan fasilitas agar sekolah-sekolah tersebut melaksanakan UNBK tahun depan.

Dijelaskan Thio, UN tidak menentukan kelulusan. Tetapi sekolah yang menentukan kelulusan. “Kami berharap tahun ini juga seperti tahun lalu, (kelulusan) 100 persen,” kata dia.

Plh Manager Sub Bagian Pengendalian Sistem Operasi Distribusi PT PLN (Persero) Wilayah Maluku-Malut, Yoyon Heriyanto memastikan, PLN siap menunjang UNBK. “Tetapi kembali lagi ketika terjadi gangguan alam yang tidak bisa kita prediksi, kami mohon maaf. Tetapi semaksimal mungkin kami berusaha supaya UN ini berjalan lancar,” ujarnya.

Demi sukseskan UNBK di Maluku, PLN telah menempatkan dua petugas di masing-masing sekolah agar kejadian seperti di SMK 1 Ambon, pekan kemarin tidak terulang. “Setiap sekolah kami tempatkan petugas PLN. Kadang gangguan itu bukan dari PLN tetapi dari instalasi sekolah, diharapkan petugas PLN yang ada bisa membantu untuk pemulihan. Ada juga back up genset,” jelasnya.

Plh Gubernur Maluku, Hamin bin Thahir berharap UN SMA sederajat tahun ini berjalan sukses.

Untuk sekolah-sekolah di kabupaten/kota yang belum menerapkan UNBK, Pemda Maluku akan terus melakukan koordinasi. UNBK tahun 2019 di Maluku sudah mencapai 93,64 persen.

“Untuk logistik UNKP, semua sudah sampai di sekolah masing-masing dengan lancar,” ujar dia.

MENGULANG UNBK

Dari 106 SMK di Maluku yang telah menjalankan UNBK 2019 pekan kemarin, satu sekolah harus mengulang. Sekolah tersebut adalah SMK Negeri 1 Ambon.

Saleh Thio menjelaskan, UNBK terpaksa diulang karena pada hari pertama untuk sesi ketiga mengalami pemadaman listrik. Peserta UNBK di sekolah tersebut tertunda mengerjakan jawaban melebihi batas waktu yang ditentukan Kemendikbud, yakni pukul 18.00 WIT.

Akibat gangguan itu, UNBK ulang pada SMK Negeri 1 Ambon sesi ketiga digelar 15 April mendatang. “Sesi 1 dan 2 berjalan baik, cuma sesi 3 yang mengalami gangguan karena terjadi pemadaman listrik sehingga tertunda waktunya. Sesi itu ditunda untuk ujian ulang direncanakan 15 April,” ujarnya.

Dia mengungkapkan untuk keseluruhan pelaksanaan UNBK dan UNKP SMK di Maluku berjalan lancar, aman, tertib dan tidak ada yang mengalami hambatan besar, terkecuali di SMK Negeri 1 Ambon.

“Sesuai hasil evaluasi UNBK yang telah dilewati seminggu lalu berjalan aman dan lancar walaupun masih terlihat ada gangguan kecil seperti pemadaman listrik, signal internet lemah. Tetapi perlu diberikan apresiasi kepada PLN dan Telkom atas kesiapan dan keseriusan sehingga semua permasalahan itu dapat terselesaikan dengan baik,” imbuh Thio. (RUZ)

Penulis:

Baca Juga