Bareskrim Usut Skandal Izin BPS di Gunung Botak

Utama

Polisi Tunggu Satu Alat Bukti Lagi

badge-check


ILUSTRASI Perbesar

ILUSTRASI

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – Kasus dugaan pemerkosaan bocah perempuan berumur dua tahun, di Desa Ohoi Uat Air, Kecamatan Kei Besar, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), telah ada dugaan pelaku, namun Polisi masih tunggu satu alat bukti lagi. Sayangnya, Polres Malra yang mengusut kasus ini, tertutup soal alat bukti dimaksud.

“Intinya alat bukti itu sesuai KUHAP. Jadi bisa keterangan saksi, bukti surat, bukti petunjuk dan lain-lain. Kalau visum dokter sudah ada, tinggal satu bukti lagi,” akui Kasatreskrim Polres Malra AKP Arief Budi Harso dikonfirmasi Kabar Timur, Selasa (26/3).

Menurut Kasatreskrim Polres Malra itu, sudah ada yang diduga selaku pelaku. Namun, karena satu alat bukti yang dimaksudkan pihaknya itu belum terpenuhi, maka penetapan tersangka belum bisa dilakukan. “Jika sudah ada itu, baru lah kita ekspos perkaranya. Itu juga kalau alat bukti itu kuat, kalau tidak ya kita kembali lagi ke penyelidikannya,” tandas Arief.

Sebelumnya Arief Budi Harso tak menepis, saat ditanya pelaku telah terindentifikasi. Kasus pemerkosaan terhadap bocah perempuan berusia 2 tahun di Ohoi Uat Air, Kecamatan Kei Besar, Kabupaten Malra mulai ada titik terang. Sudah ada orang yang dicurigai kuat sebagai pelaku. Namun siapa inisial pelaku, Polres belum bersedia memberikan konfirmasi.“Yang dicurigai sih memang ada. Tapi nanti lah kita kumpul bukti-bukti itu dulu. Kalau salah, kita juga yang disalahkan,” akui Arief Budiharso dihubungi melalui telepon seluler, Selasa (19/3) lalu.

Ditanya apakah yang dicurigai pelaku itu adalah orang yang dikenal oleh korban ataukah OTK, Arief Budiharso enggan berkomentar. Ditegaskan, pihaknya harus mengumpulkan bukti cukup sebelum mengarah ke dugaan siapa pelaku pemerkosaan bocah tersebut. (KTA)

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

15 Hari di Luar Daerah per Bulan: Pemerintahan KKT Dinilai “Jalan Setengah Mesin”, DPRD Didesak Ambil Sikap

25 Juli 2026 - 20:17 WIT

Pelni Ambon & Tim Gabungan Perketat Pengawasan Kapal dari Penyelundupan Satwa Dilindungi dan Barang Terlarang

22 Juli 2026 - 21:30 WIT

BKKBN Maluku & Muslimat NU Bergandengan, Ubah Edukasi Stunting Jadi Aksi Nyata Lewat “Ibu Asuh”

21 Juli 2026 - 20:33 WIT

Ini Strategi Pemprov Maluku di Blok Masela Biar Putra Daerah Tak Cuma Jadi Penonton

21 Juli 2026 - 20:21 WIT

Menanti Blok Masela: Pelni Ambon Siap “Tancap Gas” Jika Arus Logistik Mulai Membanjir

17 Juli 2026 - 00:14 WIT

Trending di Maluku