Sekilas Info

Soedeson Tandra: Saatnya Mengabdi Untuk Maluku

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - Soedeson Tandra buka-bukaan soal alasan dirinya maju sebagai salah satu Calon Anggota DPR RI, Dapil Maluku. Dia berbicara dihadapan ribuan massa dalam pertemuan terbatas orang sodara warga Tanimbar, di Hotel Villia, Langgur, Maluku Tenggara (Malra), Rabu, 23 Maret 2019.

Soedason Tandra maju bersama Partai Hanura, nomor urut 2. Dalam orasinya Tandra sempat membuat sebagian massa yang terdiri dari ibu-ibu harus teteskan air mata. Air mata itu, berderai ketika dia mengukapkan alasan maju di Pileg 2019 sebagai calon anggota DPR RI.

‘’Saya lahir 55 tahun lalu di Larat, sekolah SD dan SMP di sana. Melanjutkan pendidikan di Surabaya sampai saat ini berkarier di Jakarta,’’ ungkapnya. Sebagai seorang advokat dan kurator, tambah dia, penghasilannya sudah bisa dibilang lebih dari cukup.

‘’Saya punya beberapa usaha di Jawa, punya properti di Austrlia. Mungkin bapak ibu dan saudara-saudara kenal Hotman Paris pengacara yang top itu, tapi saya mau bilang, Hotman tidak punya pesawat pribadi. Saya punya. Saya juga punya bank. Anak-anak saya semua kuliah di luar negeri,” tuturnya.

Soedeson menambahkan, ia bukannya mau menyombongkan diri, tapi hal itu mesti dijelaskan agar masyarakat tahu alasan apa sehingga dirinya mau maju menjadi anggota legislatif di tingkat pusat. ‘’Kalau mau gampang saja. Saya bisa mencalonkan diri menjadi wakil rakyat di Jawa, karena selain ada beberapa usaha saya di sana, saya dan beberapa teman juga menjalankan program bantuan kepada ibu-ibu kurang mampu di sana,’’ bebernya.

Namun, kata Soedeson Tandra, kenapa ia harus maju sebagai caleg DPR RI dan kenapa harus di Maluku. ‘’Itu semua karena beta berutang bagi Maluku. Kenapa berutang? Karena beta punya mama mengandung beta sembilan bulan. Ia mempertaruhkan nyawanya untuk melahirkan beta. Dia menumpahkan darahnya saat melahirkan di tanah di mana beta berdiri ini. Ini tanah tempat tumpah darah beta. Karena itu saatnya beta harus mengabdi untuk Maluku,’’ jelasnya.

Soedeson menambahkan, Maluku saat ini boleh dibilang cukup terpuruk dari berbagai segi. Tingkat kemisiknan pun nomor 4 se-Indonesia. Padahal potensi laut udara dan darat semua dimiliki. Untuk, mengatasi kemiskinan itu, tidak ada jalan lain selain pendidikan. Itu jawabannya atas masa depan Maluku.

‘’Bapak ibu pasti bilang, pendidikan di sini, sudah ada SD, SMP, SMA bahkan Politeknik lalu apa lagi? Saya mau bilang bahwa pendidikan kita belum bisa menghasilkan tenaga yang bisa menguasai kekayaan alam yang kita punya. Lebih banyak berharap untuk menjadi PNS, sementara sekarang kuotanya sangat terbatas,’’ urai dia.

Tandra juga mengungkapkan faktor lain yang ikut menunjang suksesnya pendidikan adalah ketaatan kepada Tuhan Yang Maha Esa. ‘’Dalam semua agama itu ada hukum dan kepatuhan. Sekurang-kurangnya seorang manuasia otaknya itu harus dipimpin oleh kebenaran yang mutlak sehingga otaknya pun bisa lurus dan fokus untuk pendidikan yang baik,’’ tandas Soedeson.

Karena itu, kata dia pula, pendidikan awal di dalam rumah itu sangatlah penting. ‘’Sekarang ini jamannya orang tua bilang lain, anak-anak biking lain. Ingat bahwa tidak jawaban bagi masa depan bagi anak, kecuali dia dibawah dalam pendidikan agama.’’

Soedeson mengingatkan bahwa peran ibu-ibu sangat penting dalam mendidik anaknya di rumah. ‘’Ada seorang wanita Amerika bernama Eleanor Rosivelt, dia mendampingi presiden Rosivelt dalam tiga kali masa jabatan. Tapi untuk ibu-ibu tahu, selama hidupnya dia itu tiga kali coba untuk bunuh diri. Eaktu usia remaja dia pernah diperkosa sehingga frustasi dan bunuh diri. Tapi dia punya seorang ibu yang kuat. Ibunya itu mampu memberikan contoh hidup dan motifasi sehingga dia bisa bertahan dan akhirnya menjadi isteri presiden. Maka saya mau bilang, berbahagialah kalian ibu-ibu ini jika mampu mendidik anaknya sampai berhasil,’’ kisah dia.

Soedeson juga mengingatkan bahwa dirinya hadir saat ini bukan untuk mencari nafkah semata, tetapi lebih dari itu adalah keterpanggilannya untuk memperbaiki Maluku. ‘’Ingat tidak ada kata lain, kalau kita mau berhasil dan maju, kita harus bisa merobah cara belajar, merobah pola pendidikan kita. Semua itu ada di tangan kita. Saya berjanji, jika terpilih, saya akan fokus ke pendidikan ini. Saya ke DPR bukan untuk urusan proyek seperti yang lain. Mari kita contohi Jepang yang terpuruk karena kalah perang, tetapi mampu bangkit, fokus dan disiplin sehingga kini menjadi negara pesaing yang hebat,’’ demikian Tandra.

Pantauan wartawan, orasi tandra dinikmati dengan khusuk oleh hadirin yang adalah orang sodara di aula itu. Ada banyak ibu-ibu rata-rata keturunan Tanimbar yang menteskan air mata. ‘’Soedeson Tandra adalah prototipe yang harus dicontohi generasi muda di Maluku saat ini. Dia sukses karena disiplin dan fokus, punya itikad baik dan taat pada ajaran agama yang dianutnya,’’ demikian komentar John Kanikir, Ketua Umum Ura Yana, organisasi masyarakat Tanimbar di Maluku Tenggara saat diawawancarai wartawan usai kegiatan. (ADV)

Penulis:

Baca Juga