Sekilas Info

“Duo Alfons” Rebutan Lahan Batugajah Hingga Kudamati

ILUSTRASI

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - Akibat harta gono gini, dua pihak dari keluarga Alfons yang sama-sama mengklaim sebagai ahli waris dari 20 dusun dati Negeri Urimessing saling gugat di peradilan perdata. Bahkan laporan pidana ke Polisi juga menyusul.

Luasnya lahan dati Negeri Urimesing yang dimiliki Tuan tanah almarhum Josias Alfons itu membentang dari perbukitan Batugajah, Manggadua hingga Kudamati sejak tahun 1920-an. Ini sesuai Register Dati 25 April 1923 Resident Van Amboina, yang mengesahkan kepemilikan puluhan potong tanah dati dimaksud untuk Josias sebagai “kepala dati” kala itu.

Setelah mengantongi pelbagai putusan pengadilan yang memenangkan pihaknya selaku ahli waris dari Oyang Yosias, datang kerabat lain dari pihak ayah mengajukan gugatan terhadap 20 dusun dati tersebut. Sontak Evans Reynold Alfons, Ricko Weyner Alfons dan dua saudara perempuan mereka kaget bukan kepalang.

“Waktu Papa dulu berjuang untuk pertahankan tanah-tanah ini melawan Negeri Urimessing, untuk pertahankan hak Oyang dorang-dorang ini dimana? Dari situ saja, sangat naif kalau Om deng Tanta dorang gugat katorang,” ujar Evans Reynold Alfons kepada Kabar Timur, Jumat (22/3).

Jadilah Evans Alfons Cs selaku tergugat. Ke-20 dusun dati yang berada di Negeri Urimessing, Kecamatan Nusaniwe itu, digugat waris oleh paman dan bibi mereka dari jalur ayah mereka yakni, Obed Nego Alfons dan Jostina Alfons.

Namun Evans menolak, tanah dati merupakan warisan pusaka milik keluarga sehingga dikatakan harta gono-gini, yang dapat dibagi-bagi sesuai hukum waris sebagaimana lazimnya.

Kuasa Hukum dari Obed Nego dan Jostina Alfons kepada Kabar Timur mengakui, gugat waris disampaikan ke Pengadilan Negeri Ambon. Pertimbangannya karena kedua kliennya ini sama-sama ahli waris lurus dari Heintje Alfons, anak dari Yosias Alfons, yang merupakan kakek dari Evans Reynold Alfons dan saudara-saudarinya.

“Dorang gugat waris. Digugat karena tanah-tanah dati ini belum dibagi, tapi sebagiannya telah diperjualbelikan oleh para tergugat,” ungkap Jacobis “Boby” Siahaya SH, kuasa hukum Obed Nego dan Jostina Alfons.

Bukan saja itu, laporan pidana ke Polisi juga bakal disampaikan oleh Boby Siahaya. “Kita lapor mereka pidana penggelapan. Mereka tidak masukkan nama Imelda Alfons. Yaitu anak dari Jostina Alfons, sebagai turunan dari Yosias Alfons,” kata Boby. (KTA)

Penulis:

Baca Juga