KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – Untuk kesekian kalinya, pembayaran gaji guru tingkat SD dan SMP di Kecematan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah, molor. Memasuki pekan ketiga bulan Maret, ratusan guru di Salahutu belum menerima haknya.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Maluku Tengah diminta bertanggungjawab atas keterlambatan gaji guru.
“Kok tiap bulan pembayaran gaji kita selalu terlambat. Sebenaranya ada apa? Kalau kendalanya ini, itu, ya beri kita pemahaman supaya kita juga tahu apa alasan dibalik keterlambatan itu. Jangan hanya diam seakan-akan itu uang pribadi yang harus diberikan ke kita. Itu hak kita sebagai guru,” kata sejumlah guru kepada Kabar Timur di Ambon, Senin (18/3)
Para guru ini menduga, keterlambatan pembayaran gaji mereka, lantaran Disdikbud Malteng ingin mengembalikan proses pembayaran gaji lewat UPTD Salahutu dan tidak lagi melalui bank atas nama pribadi masing-masing guru.
“Kalau proses pembayaran melalui UPTD, di situ akan ada pemotongan sepihak untuk oknum-oknum yang mengurusi gaji ini. Makanya kami menduga gaji kami sengaja diperlambat pembayarannya. Sebab Informasi yang kami terima, gaji 13 dan 14 akan dibayar melalui UPTD Salahutu, dan tidak melalui bank. Kami tidak sepakat dengan itu,” kesal sejumlah guru yang meminta namanya tidak disebutkan.
Disdikbud Malteng didesak segera membayar gaji ratusan guru di Salahutu lantaran masih banyaknya kebutuhan hidup yang harus dipenuhi. Ketua Komisi D DPRD Provinsi Maluku, Saadiah Uluputty meminta Disdikbud dan BPKAD Kabupaten Malteng segera membayar gaji ratusan guru di Kecamatan Salahutu.



























