Sekilas Info

Tidak Transparan, Warga Minta Usut DD Tayando

ILUSTRASI

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - Warga masyarakat Desa Tayando Langgiar, Kecamatan Tayando Tam, Kota Tual, meminta instansi menelusuri pengelolaan dana desa selama dua tahun terkahir yang diduga dikelola untuk kepentingan pribadi penjabat kades dan keluarganya.

“Kami mau pihak terkait dapat melakukan pemeriksaan terhadap pemanfaatan DD di desa kami”, ujar warga yang tak ingin namanya di publikasikan kepada Kabar Timur, Sabtu (16/3).

Menurut warga, pengelolaan DD dan ADD dua tahun terakhir bermasalah, sejak kepemimpinan penjabat Kades. Warga menilai pengelolaan dana-dana tersebut tidak ada transparansi. “Faktanya total DD kami tidak tahu, dan pemanfaatannya untuk apa saja juga kami tidak tahu” ujarnya.

Ditanya sepengetahuan warga tentang DD dan ADD di Desa Tayando Langgiar untuk apa saja dikatakan, tahun 2017 masyarakat sempat menikmati lampu tenaga surya, speed boat 3 unit, dan ketinting 5 unit. Untuk tahun 2018, tidak ada informasi sama sekali, selain semen 20 bantal yang diterima tiap kepala keluarga.

Sedangkan tahun 2019 ini belum pengelolaan DD dan ADD diketahui tidak jalan, karena masyarakat desa itu masih meminta pertanggung jawaban DD dan ADD dua tahun sebelumnya.

Disinggung soal program desa, dijelaskan program-program desa yang dijelaskan tak sesuai keinginan warga desa, dimana program yang berjalan tanpa sepengetahuan warga. Misalnya pembelian satu unit kendaraan jenis Tosa, warga baru mengetahui itu adalah program desa dan memicu kemarahan warga dengan membuang kendaraan tersebut ke laut.

Warga juga menyoroti struktur pemerintahan desa saat ini sendiri, yang mana hanya marga tertentu yang direkrut sebagai aparatur pemerintah desa. Sudah begitu, satu unit sepeda motor milik desa dipakai keluarga penjabat desa. Sementara yang bersangkutan juga salah satu caleg untuk Pileg DPRD Kota Tual.

Selama ini warga belum mengambil langkah untuk melaporkan ke instansi terkait seperti BPD maupaun inspektorat serta pihak dalam pemanfaatan DD di desa itu. Namun, diminta instansi terkait yang berkompeten dengan DD dapat turun langsung ke Desa Tayando Langgiar dan melakukan uji petik pemanfaatan DD selama ini. (CR4)

Penulis:

Baca Juga