Sekilas Info

Kadis Nakertrans Maluku Dilapor

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - Kadis Naketrans Maluku Meky Lohy dilaporkan ke Ombudsman RI oleh Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) Maluku.

Meky dinilai menjadi contoh aparatur birokrasi yang tak patut dipakai pemerintahan baru Pemprov Maluku.

Dilaporkannya anak buah mantan Gubernur Maluku Said Assagaff ini karena dugaan keberpihakannya kepada pengusaha nakal yang diduga bercokol di Jakarta Baru Group.

“Ada sejumlah PHK yang terjadi terus menerus, namun Kadisnaketrans Maluku terkesan tutup mata. Tentu saja para korban PHK ini pasti menduga, pengusaha nakal itu dilindungi,” ujar Ketua KSBSI Provinsi Maluku Kelson Haursissa kepada Kabar Timur, Kamis, kemarin.

Diungkap Kelson, laporan ke Ombudsman RI disampaikan, karena selama 6 bulan sejak laporan permohonan mediasi untuk hak-hak karyawan yang di-PHK salah satu perusahaan di Jakarta Baru Grup tidak ditanggapi oleh Meky.

Menurutnya, tugas Disnakertrans cuma dua, pertama pengawasan terhadap pengusaha, yang berikut menjaga hubungan industrial yang harmonis antara pengusaha dan pekerja.

“Itu saja, tapi ternyata dua-duanya seng jalan. Dan pejabat daerah seperti ini harusnya jadi warning buat Gubernur baru terpilih, supaya jangan dipakai lagi,” papar Kelson.

Terkait Jakarta Baru Grup, Kelson Haurissa mengaku, sesuai keterangan yang diperoleh dari para karyawan, PHK marak terjadi. Tapi ironisnya, hal itu dilakukan tidak sesuai aturan ketenagakerjaan di Indonesia.

“PHK itu dilakukan oleh pengusaha nakal yang ada di dalam Jakarta Baru Grup itu. Jadi bukan perusahaannya yang nakal tapi pengusahanya,” kata Kelson menolak menyebut pengusaha nakal tersebut.

Seperti dituturkan para karyawan korban PHK, mereka bingung dengan keberadaan badan hukum perusahaan tempat mereka bekerja sebagai karyawan di Jakarta Baru Grup.

Pasalnya, setelah dikroscek dan dimintai pertanggungjawabannya, manajemen Jakarta Baru menolak. Pihak manajemen mengaku, tidak mengenal perusahaan yang mengaku-ngaku bagian dari Jakarta Baru Grup. “Itu artinya ada pengusaha nakal, yang mengaku-ngaku Jakarta Baru Grup. Ini khan berarti pengawasan Disnakertrans Maluku sangat lemah. Makanya kita lapor Ombudsman RI,” kata Kelson.

Terpisah salah satu staf pencegahan Ombudsman RI Harun Wailissa dikonfirmasi, mengaku laporan pihak karyawan yang disebuts-sebut Kelson telah masuk dan diproses.

“Iya sudah masuk, secepatnya akan diproses untuk pemeriksaan terhadap pihak Disnakertrans Maluku,” ungkap Harun Wailissa melalui telepon seluler. (KTA)

Penulis:

Baca Juga