Sekilas Info

Rumah Guru SMA Tulehu Ludes Terbakar

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - Satu unit rumah milik keluarga Jubaida Wati Lestaluhu, ibu guru SMA Negeri 1 Tulehu yang berada di Jalan Wailata Kampung Tengah, Negeri Tulehu Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah, ludes terbakar, Minggu (10/3), dini hari.

Hingga kini penyebab kebakaran belum diketahui pasti. Tapi diduga kuat, percikan api muncul akibat hubungan arus pendek (korsleting) pada salah satu instalasi listrik di ruangan tengah, sekira pukul 03.30 WIT.

Tidak ada korban luka, apalagi jiwa. Namun kebakaran tersebut membakar seluruh isi rumah. Ibu guru berusia 44 Tahun ini hanya mampu menyelamatkan surat-surat penting.

Kobaran api diketahui pertama kali oleh Fila Tawainela, tetangga korban. Wanita berusia 47 Tahun ini kala itu mendengar bunyi dari luar. Dia kemudian bangun dan keluar rumah. Ibu rumah tangga ini sontak kaget melihat api membakar atap rumah tetangganya.

“Saksi langsung berteriak meminta tolong. Warga sekitar yang sementara tertidur langsung bangun. Mereka ramai-ramai menyiram api menggunakan peralatan seadanya,” kata Kasubbag Humas Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease Ipda Julkisno Kaisupy yang dikonfirmasi Kabar Timur, kemarin malam.

Saat terbakar, kata Kaisupy, pemilik rumah ibu Jubaida sedang tertidur. Ia dibangunkan oleh cucunya. Saat terbangun dan keluar dari  kamar, korban terkejut karena melihat api sudah membesar di ruangan tengah.

“Korban kemudian menyelamatkan barang-barang penting berupa surat-surat berharga dan langsung keluar rumah bersama cucunya,” ujarnya.

Proses pemadaman menggunakan alat seadanya. Beruntung, 2 unit mobil tangki air milik warga dikerahkan. Sebab, tidak ada mobil pemadam kebakaran di wilayah Kabupaten Maluku Tengah itu.

“Sekitar pukul 04.20 WIT, Api berhasil di padamkan. Pihak korban maupun keluarga tidak melaporkan ke Polsek Salahutu. Mereka ikhlas karena menganggapnya sebagai musibah,” ungkap Kaisupy.

Meski korban tidak mempermasalahkan kebakaran tersebut, tambah Kaisupy, namun aparat Polsek Salahutu tetap menjalankan tugasnya dengan mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan memasang garis polisi.

“Tidak ada korban luka maupun jiwa. Kerugian ditaksir mencapai Rp100 Juta,” tandasnya. (CR1)

Penulis:

Baca Juga