Sekilas Info

Karyawati ACC Tewas Dibunuh Suami

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - Polisi bergerak cepat mengungkap kasus kematian Nur Nabila Nawaly, karyawati Swalayan Matahari Ambon City Center (ACC). Wanita 25 tahun itu tewas dibantai suaminya.

TIM Satreskrim Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease hanya butuh waktu satu hari berhasil mengungkap penyebab kematian Nabila. Korban diduga kuat dihabisi suaminya Zulfikar Abdullah (28).

Kematian Nabila akibat Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) ini terungkap setelah polisi melakukan olah TKP dan memeriksa lima orang saksi dan hasil outopsi dokter.

Sebelumnya warga RT 007 RW 19 Puncak Wara kompleks Kolam Sempe, dan penghuni Kos Orange Lantai II Kamar 39 Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Ambon itu diduga meninggal tidak wajar.

“Awalnya suami korban beralibi jika istrinya meninggal karena overdosis akibat meminum obat,” ungkap Wakil Kepala Polres Ambon, Kompol Ferry Mulyana kepada awak media, Sabtu (9/3).

Alibi Zulfikar yang berprofesi sebagai tukang ojek itu tidak membuat polisi cepat percaya. Dari hasil penyelidikan, ditemukan sejumlah barang bukti yang mengarah kepada kasus penganiayaan hingga menyebabkan korban meninggal.

“Hasil pemeriksaan korban karena dianiaya oleh suaminya sendiri ZA (Zulfikar Abdullah), hingga meninggal dunia. Dari bukti-bukti di TKP yang hanya tinggal sedikit karena sudah dibersihkan oleh tersangka. Serta hasil visum luar dan otopsi menguatkan jika korban meninggal karena mengalami pendaharahan di kepala bagian atas setelah dianiaya suaminya,” terangnya.

Sebelum dianiaya, korban dan suaminya sempat adu mulut. Suami korban diketahui kerap ringan tangan. Polisi telah menetapkan suami korban sebagai tersangka. Penyidik menjerat tersangka dengan pasal berlapis. Dia terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara.

“Kami jerat dengan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, Pasal 351 ayat (3) KUHP tentang penganiayaan yang menyebabkan kematian dan Pasal 44 ayat (3) Undang-Undang KDRT tentang penganiayaan dalam keluarga yang menyebabkan kematian,” ujar Ferry.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, suami korban langsung ditahan di rumah tahanan Polres Ambon. “Suami korban juga mengakui jika dirinya menganiaya istrinya. Dan hari ini setelah jadi tersangka kami langsung tahan,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan Nabila diduga merenggang nyawa akibat over dosis. Namun setelah melihat jasad korban dipenuhi bercak kebiru-biruan saat akan dimandikan kasus itu dilaporkan ke polisi.

Peristiwa ini diketahui pertama kali oleh Cici Rengiar (23), tetangga korban yang mendiami kosan Orange. Saat kejadian, mahasiswi ini berada di dalam kamarnya. Sekitar pukul 23.00 WIT, dia mendengar suara benturan tembok dan suara berisik di balik kamar korban.

“Saksi saat itu tidak menghiraukan. Dia keluar menuju kamar mandi untuk buang air kecil. Setelah beberapa menit kemudian dia melihat empat orang saudara dari suami korban masuk ke kamar korban,” jelas sumber Kabar Timur.

Melihat hal tersebut, saksi masuk ke kamar korban. Dia melihat korban sudah tidak sadarkan diri. Saksi sempat memegang tangan korban dan memanggil nama korban yang biasa disapa Kakak Na berulang kali. Namun korban tidak merespon.

“Setelah itu suami korban datang dan langsung mengusung korban ke bawah. Korban dibawa ke rumah sakit Bhayangkara untuk mendapatkan pertolongan medis,” jelasnya.

Tiba di Rumah Sakit Polda Maluku itu, tim dokter menyampaikan jika korban sudah meninggal dunia. Karena belum percaya, suami korban dan kerabatnya melarikan korban ke Rumah Sakit Tentara (RST) dr J.A Latumeten. “Pihak RST juga menyampaikan bahwa korban sudah meninggal dunia. Korban dibawa pulang ke kamar kontrakannya dan dimandikan,” ujar sumber.

Saksi lainnya Dewi Anggriani (24), penjaga kosan Orange ini mengaku, peristiwa itu diketahui sekitar pukul 00.30 WIT. Saksi saat itu juga melihat suami korban dan sejumlah kerabatnya sedang menggotong tubuh korban.

“Pukul 04.00 WIT jenazah korban dikembalikan ke rumah suaminya untuk disemayamkan. Saat jenazah korban dimandikan terlihat luka memar. Dan hal tersebut langsung dilaporkan ke kepolisian,” kata saksi. (CR1/KTA)

Penulis:

Baca Juga