Sekilas Info

Assagaf-Sahuburua Pamit Kepada ASN

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - Said Assagaf-Zeth Sahuburua sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku, pamit, dihadapan ribuan ASN di halaman belakang kantor Pemrov Maluku, Selasa, kemarin, setelah lima tahun memimpin Maluku sejak 2014, dan akan berakhir 10 Maret 2019, mendatang.

Pamitan pasangan yang di Pilkada 2014 tampil dengan jargon “SETIA” berlangsung dengan airmata haru ketika Assagaf memberikan sambutan. Assagaf dan Sahuburua didampingi istrinya. Dalam sambutan airmata Assagaf menetes

Assagaff mengurai separuh umurnya mengabdi kepada Maluku. Dimulai dari ASN menanjak jadi Kepala Sub Bagian, duduki jabatan Kepala Bappeda, Kepala Inspektorat hinggajabatan Seketaris Daerah (Sekda) disusul Wakil Gubernur dampingi Karel Albert Ralahalu hingga puncaknya menjabat Gubernur Maluku selama satua periode.

“Saya sedih akan perpisahan, selama 38 tahun, setengah hidup saya mengabdi untuk Maluku. Ada banyak sukacita yang dialami bersama sama seluruh ASN,”ujarnya berurai air mata.

Dia menyampaikan banyak terimakasih kepada semua ASN karena telah membantu bekerjasama hingga membawa Maluku kearah yang lebih baik yang dibuktikan dengan kemajuan Maluku dua sampai tiga langkah kedepan dan bukan lagi satu langkah.

“Terima kasih kalian semua sudah membantu kami dalam menjalankan roda pemerintahan. Apabila ada hal yang menyingung dan kurang berkenan, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya,”tuturnya.

Assagaff berharap proses pemerintah kedepan, ASN dapat bekerja profesional. “Insya Allah pasti akan dipakai. Tidak usah percaya isu yang ada, kerja percaya diri bangun terus silahturahim antara sesama rekan kerja,”ucapnya.

Diakhir masa tugasnya ini, lanjut dia, dirinya telah bertemu Presiden Joko Widodo dan orang nomor wahid di Indonesia menitipkan salam kepada masyarakat Maluku. Menurutnya, Presiden mencintai Maluku, lewat kunjungan kerja yang sudah ke-enam kali di bumi raja-raja ini. “Beliau mencintai kita, karena itu kita jangan lupa pengorbanan beliau kepada Maluku,”ujarnya.

Wakil Gubernur Zeth Sahuburua, mengungkapkan perasaan yang penuh sukacita bisa berkumpul bersama jajarannya akhir masa jabatan sebelum menyudahi masa jabatannya bersama Assagaff.

“Setiap masa ada pemimpin dan setiap pemimpin ada masanya”, itulah ungkapan yang dilontarkan Sahuburua kemarin. “Karena itu diakhir tugas, saya bersukacita, diakhir masa jabatan bisa berkumpul dengan seluruh ASN,”tuturnya.

Selama memimpin bersama Gubernur lima tahun ini, lanjutnya, tidak pernah ada permasalahan, karena tugas yang dijalankan dengan semangat profesionalisme, visi mantapnya pembangunan Maluku yang rukun, religius, damai, sejahtera, aman, berkualitas dan demokratis dijiwai semangat Siwalima berbasis kepulauan secara berkelanjutan.

“Kami menyadari dalam lima tahun, visi yang ditetapkan belum kami selesaikan menyeluruh, harapan kita itu akan diteruskan untuk membangun daerah dan bangsa ini,”harapnya.

Selama lima tahun, kata dia, dirinya bersama Gubernur telah meletakkan bekal tanggungjawab kepada ASN agar dapat bekerja secara profesionalisme.

Diakhir sambutannya, dia menyampaikan terima kasih atas dukungan moril, maupun sumbangan pikiran yang diimplementasikan untuk membangun Maluku. “Jika ada hal-hal yang selama ini tidak berkenan di hati ASN, dirinya bersama Gubernur memohon maaf. Walaupun akhir masa jabatan kita berdua telah selesai, tetapi pengabdian untuk daerah dan bangsa ini tidak akan pernah sirnah,”tandasnya.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Maluki, Froena Koedoeboen dalam pesan dan kesan mewakili ASN perempuan, mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi untuk kepemimpinan putra terbaik Maluku yang selama ini menginspirasi mereka.

“Gubernur dan Wakil Gubernur memberikan contoh bagaimana bekerja, kerjasama dalam khas budaya Maluku, menciptakan kehangatan keakraban, hambel, mendahulukan yang lebih tua, apalagi dalam keseteraan gender dibuktikan perempuan semua menduduki jabatan eselon, suasana kerja harmonis terus terjaga terutama dalam event bersifat nasional tentu persitiwa ini tersimpan rapih disetiap ASN, gerenasi penerus kelak sebagai rujukan menghadapi tugas yang sama,”tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Maluku, Syarief Bakrie dalam sambutannya mewakili ASN laki-laki, mengatakan tidak ada perpisahan tetapi tugas dan tanggungjawab sebagai pemimpin daerah yang selesai.

Menurutnya, Gubernur dan Wakil Gubernur merupakam sosok yang sempurna. Tidak pernah hidup tanpa jabatan. “Pak Said merupakan ASN tulen dari staf biasa menjabat Kepala Bappeda, Sekda, Wakil Gubernur dan terakhir Gubernur. Sedangkan pak Zeth Sahuburua merupakan seorang Guru yang beralih sebagai seorang politisi yang luar biasa, pimpinan partai politik, ketua DPRD dan Wakil Gubernur,”jelasnya.

Diakui, Gubernur dan Wagub memiliki sosok yang mencintai rakyat Maluku. “Daerah yang jauh, salah satunya Marlasi, Aru Utara beliau pigi (pergi) untuk menjumpai dan melihat secara langsung kehidupan masyarakat disana dan mengagas program untuk pembangunan Maluku,”kesannya.

Melalui Gubernur dan Wakil Gubernur, kata Bakrie, kita semua belajar toleransi, kebersamaan dan kasih sayang.

Pamitan bersama ASN, ditutup nyanyian lagu Kemesraan yang dibawakan seluruh pejabat eselon II lingkup Pemprov Maluku, dan jabat tangan dengan selurun ASN. (RUZ)

Penulis:

Baca Juga