Sekilas Info

Pemprov Minta DPRD Perjuangkan Program Tertunda

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - Jabatan Said Assagaff-Zeth Sahuburua sebagai Gubernur Maluku-Wakil Gubernur Maluku periode 2014-2019 sebentar lagi akan berakhir.

Di sisa waktu yang terhitung tinggal sepekan itu, Assagaff berharap DPRD Maluku terpilih pada pemilu legislatif April mendatang, bersama-sama memperjuangkan program Pemprov Maluku yang belum bisa direalisasikan di masa pemerintahannya.

“Hari ini (kemarin) saya bersama Pak Eti (Zeth) Sahuburua mendatangi gedung DPRD Maluku dengan tujuan bersilaturahim bersama ketua DPRD maupun seluruh fraksi. Dari pertemuan itu banyak hal yang kami bahas. Tapi, saya harap, DPRD yang nantinya terpilih pada Pileg bisa melanjutkan perjuangan Maluku yang sampai hari ini belum bisa saya realisasikan,” kata Assagaff kepada awak media di gedung DPRD Maluku, Kota Ambon, Senin (4/3).

Menurutnya, program yang paling spesifik untuk diperjuangkan yakni soal Participating Interes (PI) 10 persen Blok Migas Masela. Sebab, perjuangan untuk mendapatkan hak kepesertaan modal itu sudah hampir selesai. Tinggal bagaimana DPRD Maluku terus mengawalnya di Pemerintah Pusat.

“PI 10 persen Blok Masela itu nilai yang cukup besar. Pogram ini harus dikawal terus sehingga keuntungannya bisa meningkatkan PAD Maluku dan pembangunan di Maluku bisa lebih baik ke depan,” ujarnya.

Untuk Gubernur-Wakil Gubernur Maluku periode 2019-2014, Murad Ismail-Barnabas Orno, Assagaff berharap, apa yang belum bisa dilakukan olehnya bisa dilakukan. “Kalau itu baik, pertahankan. Bila perlu ditingkatkan lagi. Intinya, gunakan semuanya untuk kesejahteraan masyarakat Maluku pada umumnya,” pungkasnya.

Ketua DPRD Maluku, Edwin Adrian Huwae mengapresiasi kinerja Assagaff-Sahuburua selama lima tahun memimpin Maluku. Menurutnya, dalam indikator kerja seorang pimpinan, memiliki plus minus.

“Hampir seluruh fraksi mengapresiasi kinerja Pak Assagaff-Sahuburua. Sebagai pimpinnan DPRD Maluku, saya pun sama. Memang dalam indikator kerja, plus minusnya tetap ada,” kata Huwae.

Menurutnya, positif dari kinerja Assagaff-Sahuburua, yakni solidaritas semangat persaudaraan orang Maluku masih tetap terjaga dengan baik. Berikut, penurunan angka kemiskinan meski belum sesuai harapan. Pertumbuhan ekonomi Maluku mengalami peningkatan hampir lima persen dan inflasi Maluku berada dibawah satu digit.

Sementara beberapa kelemahan kepemimpinan Assagaff-Sahuburua berkaitan dengan pengelolaan keuangan daerah yang meninggalkan hutang daerah. Dan wilayah kepualaun, serta kinerja aparatur birokrasi yang perlu ditingkatkan.

“Soal hutang daerah itu, saya rasa bisa dipertanggungjawabkan secara umum. Karena memang isu ini buming bertepatan dengan Pilgub 2018 lalu. Sementara permasalahan lainnya, diupayakan untuk dituntaskan. Ini yang harus menjadi perjuangan bersama,” tegas Ketua DPD PDIP Maluku ini.

Program kerja Assagaff-Sahuburua yang belum tuntas diharapkan bisa dilanjutkan Murad-Abas. “Yang diganti hanyalah jabatan gubernurnya. Untuk itu, jika ada kebijakan yang baik, harus dilanjutkan,” ujar dia. (MG3)

Penulis:

Baca Juga