Perhatian, Korban Investasi Bodong Jangan Anarkis!

Wakil Wali Kota Ternate, Maluku Utara (Malut), Abdullah Taher

KABARTIMURNEWS.COM, TERNATE - Wakil Wali Kota Ternate, Maluku Utara (Malut), Abdullah Taher meminta para korban investasi bodong, terutama para Aparatur Sipil Negara (ASN), untuk tidak merusak dan menjarah barang milik manajemen PT Karapoto Fitri Puspita Haprasi dan keluarganya.

"Memang kita tahu bersama bahwa nasabah karapoto bukan hanya masyarakat biasa tapi juga ada pegawai, ada anggota TNI, maupun Polri, bukan secara insitusi tetapi secara pribadi, sehingga jangan melakukan tindakan anarkis," kata Wawali di Ternate, Senin.

Abdullah Taher menyampaikan hal tersebut usai mengikuti rapat koordinasi dengan Kapolres, dan anggots Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) lainnya, untuk mencari solusi penyelesaian kasus investasi bodong tersebut.

Ia menyatakan persoalan pembayaran masih dalam tahap negosiasi antara Polres dengan pihak Karapoto, tetapi rapat tersebut tidak berani memberikan jaminan kapan uang itu dikembalikan.

Inti dari hasil rapat agar masing- masing instansi mengarakan pegawai atau anggotanya untuk tidak melakukan tindakan anarkis, karena tidak dibenarkan oleh agama.

"Kami hanya mampu mengimbau kepada ASN jangan sampai tindakan anarkis itu terjadi lagi, karena pemkot sudah mewarning kepada seluruh ASN dan masyarakat untuk berhati-hati investasikan uangnya ke Karapoto," katanya.

Sementara itu, Kapolres Ternate, AKBP Azhari Juanda ketika dikonfirmasi meminta agar korban investasi bodong Karapoto tidak melakukan tindakan anarkis kepada manajemen Karapoto.

Olehnya itu, pihaknya meminta agar barang-barang milik manajemen PT Karapoto Fitri Puspita Haprasi dan keluarganya untuk dikembalikan dan saat ini tengah bernegosiasi untuk menyelesaikan pembayaran uang milik nasabah PT Karapoto. (AN/KT)

Penulis:

Baca Juga