Sekilas Info

Ratusan Warga Banda Neira Terserang Diare

ILUSTRASI

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - Ratusan warga Desa Selamon, Kecamatan Banda Naira, Kabupaten Maluku Tengah, terserang penyakit diare. Sejak Minggu (24/2), hingga dini hari kemarin, warga terus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banda Naira untuk mendapatkan penanganan medis.

Hingga saat ini belum diketahui pasti penyebabnya. Diduga, ratusan warga terdiri dari anak-anak, orang dewasa, paruhbaya dan lanjut usia, terserang wabah penyakit diare, karena mengkonsumsi makanan atau minuman yang tidak layak.

Dari ratusan pasien yang dilarikan ke RSUD Banda Naira, delapan diantaranya sudah pada tingkatan dehidrasi atau kekurangan cairan. Beruntung tim medis RSUD tersebut cepat melakukan penanganan dengan memberikan infus dan obat-obatan.

Sumber Kabar Timur mengungkapkan, ratusan masyarakat Desa Selamon terserang wabah penyakit diare dan dilarikan ke RSUD sejak Minggu malam, hingga Senin (25/2), dini hari.

Karena banyaknya pasien, pihak RSUD meminta bantuan tenaga medis dari Puskesmas Waling Spancibi, Puskesmas Desa Waer serta RSUD dan Puskesmas Banda Besar, Kecamatan Banda Naira.

“Tenaga medis yang diturunkan terdiri dari dua Dokter Umum. Yaitu dr. Oki Nurdiani selaku dokter RSUD Banda Naira dan Kepala Puskesmas Desa Waling Spancibi, Arman Rajab, dan Kepala Puskesmas Desa Waer dr. Lois,” kata sumber Kepolisian yang enggan menggunakan identitasnya, kemarin.

Sejak peristiwa yang terjadi malam hari itu, tercatat sebanyak 22 tenaga medis dikerahkan untuk menangani kejadian yang tergolong luar biasa tersebut. Para pasien langsung ditangani cepat dengan memberikan cairan infus (INFD R), obat tablet maupun sirup.

“Ada 8 pasien yang sudah pada tingkat kekurangan cairan (dehidrasi). Jumlah pasien yang masuk sejak malam sampai dini hari tadi (kemarin) dan diberikan cairan infus sebanyak 162 orang. Mereka terdiri dari anak-anak balita sampai orang dewasa,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku dr. Meikal Pontoh yang dikonfirmasi Kabar Timur membenarkan adanya peristiwa tersebut.

Menurutnya, warga terserang diare karena diduga menyantap makanan pada sebuah acara yang diselenggarakan salah satu warga di Desa Selamon. Acara tersebut adalah potong rambut atau aqikah anak.

“Di Banda itu adalah diare, yang bersumber dari acara ambe rambut (potong rambut/aqikah). Tapi sudah tertangani. Pasien sebanyak 156 orang,” kata Pontoh via selulernya, kemarin.

Dikatakan, dari ratusan warga yang mendapat perawatan, sebanyak 23 orang diantaranya dirawat inap. Tapi hingga kemarin, semuanya sudah keluar dari RS. “Semua yang sakit sudah dinyatakan sembuh,” tambahnya.

Pontoh yang mengaku sedang mengikuti kegiatan di Jakarta, itu mengaku pihaknya akan menerjunkan tim untuk melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE). Selain melakukan penyelidikan terhadap penyebab ratusan warga terserang diare, tim juga sekaligus membawa obat-obatan.

“Besok kita akan turun melakukan PE dan membawa obat-obatan, infus cairan untuk membantu Puskesmas dan RS disana,” terangnya.

Dikatakan, pihaknya tidak akan menurunkan tenaga medis tapi hanya tim untuk melakukan penyelidikan sekaligus mendistribusikan sejumlah obat-obatan. Sebab, menurutnya tenaga medis yang berada di Banda Neira sudah cukup untuk mengatasi peristiwa itu. “Tidak perlu turunkan medis karena di Banda sudah cukup,” pungkasnya. (CR1)

Penulis:

Baca Juga