Sekilas Info

Mirati Kampanye di Kantor Camat Telutih

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - Aji mumpung sebagai adik ipar Bupati Maluku Tengah, Abua Tuasikal benar-benar dimanfaatkan Mirati Dewaningsih.

Calon anggota DPD RI periode 2019-2024 daerah pemilihan Maluku ini menjadikan kantor kecamatan Telutih, Kabupaten Maluku Tengah sebagai lokasi kampanye. Mirati mengumpulkan seluruh pengurus Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kecamatan Telutih di kantor Camat Telutih di Desa Laimu pada 12 Februari 2019. Selain pengurus PKK, kabarnya istri Abdullah Tuasikal ini juga mengumpulkan pengurus Majelis Taklim seluruh Telutih di tempat yang sama. Kecamatan Telutih terdiri dari 10 desa, yaitu Hunisi, Lafa, Laha, Laha Kaba, Laimu, Moneoratu, Tehua, Ulahahan , Wolu dan Yamalatu.

Mirati menyapa ratusan warga Telutih melalui kampanye dengan modus sosialisasi untuk merebut simpati pemilih di kantor Camat Telutih. Kampanye digelar pukul 11.00-14.00 WIT di aula kantor camat Telutih. Padatnya warga yang datang meluber hingga pelataran kantor camat.

Selain warga yang didominasi kaum perempuan, kampanye juga dihadiri Camat Telutih Rustandi Wailissa selaku tuan rumah. Sebagian besar kepala desa atau raja di wilayah Telutih konon juga menghadiri sosialisasi yang dilaksanakan calon senator nomor urut 39 itu.

Kampanye di kantor camat Telutih yang digelar “diam-diam” ini bocor setelah sejumlah warga Telutih menyampaikan ke media. Mereka kaget, pengurus PKK dimobilisasi mengikuti kampanye di kantor camat Telutih.

“Boleh dia kampanye tapi bukan di kantor pemerintah (camat) karena itu sebuah pelanggaran. Intinya kami tidak melarang Caleg atau calon anggota DPD untuk kampanye di Telutih sepanjang tidak melanggar aturan,” tegas warga Telutih kepada Kabar Timur, kemarin.

Meski melanggar aturan, anehnya Panwas Kecamatan Telutih dan Bawaslu Kabupaten Malteng sengaja membiarkan itu terjadi. “Yang ikut sosialisasi ratusan orang, tidak mungkin Panwas Telutih tidak tahu, mungkin saja sengaja dibiarkan,” ungkap warga yang tidak ingin namanya disebutkan.

Kata dia, warga yang menghadiri kampanye saat pulang diberikan bingkisan sebagai hadiah oleh Mirati. “Dalam sosialisasi itu Ibu Mirati mengarahkan masyarakat memilih dirinya karena sudah teruji dan berpengalaman sebagai anggota DPR RI dan DPD RI. Intinya dia (Mirati) bilang lebih layak dipilih dibandingkan calon-calon lain,” ujar mereka.

Mereka mendesak Bawaslu Malteng dan Bawaslu Maluku memanggil dan memeriksa Mirati yang melanggar aturan kampanye. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) juga diminta memeriksa Camat Telutih Rustandi Wailissa yang secara tidak langsung berperan sebagai tim pemenangan Mirati di wilayah Telutih. Begitu juga sejumlah raja di Telutih yang mengarahkan warganya memilih Mirati.

“Camat ikut terlibat mobilisasi warga Telutih (tim PKK dan raja) dan menjadikan kantor camat sebagai lokasi kampanye Mirati, itu pelanggaran,” tegas warga.

Menurutnya, kecurangan demi kecurangan tidak menutup kemungkinan akan terus dilakukan Mirati dan Abdullah Tuasikal yang juga maju sebagai calon anggota DPR RI.

Sebab, berkaca pada pemilu legislatif 2014, perangkat pemerintah tingkat kecamatan hingga desa atas perintah Bupati Abua digerakkan untuk memilih Amrullah Amri Tuasikal yang merupakan anak kandung pasangan Mirati-Abdullah hingga akhinya terpilih sebagai anggota DPR RI yang diusung partai Gerindra.

Selanjutnya 1 2 3
Penulis:

Baca Juga