Sekilas Info

Kejati Didesak Usut Korupsi Era Puttileihalat

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - Aliansi Mahasiswa Anti Korupsi, Kabupaten Seram Bagian Barat, mendatangi kantor Kejaksaan Tinggi Maluku di jalan Sultan Hairun, Ambon, Jumat (22/2).

Mereka mendesak atusan kasus dugaan korupsi di era pemerintahan Bupati Jacobus F. Puttileihalat diusut.
Aksi unjukrasa itu juga mendesak Polda Maluku untuk melakukan hal yang sama.

Pendemo dalam orasinya mengungkapkan, berbagai kasus korupsi yang terjadi pada masa Puttileihalat penanganannya hingga saat ini belum dituntaskan. Mereka menuding ratusan kasus korupsi terjadi di bumi Saka Mese Nusa pada masa pemerintahan Puttileihalat yang akrab disapa Bob ini.

Seperti kasus raibnya uang lauk pauk Pegawai Negeri Sipil (PNS) tahun 2008 dan Anggaran Dana Desa maupun Dana Desa tahun 2015.

Selain itu, juga tercatat sebanyak 377 proyek yang diduga bermasalah tahun 2011. Ratusan kasus dugaan korupsi tersebut sudah merugikan keuangan negara, khususnya di SBB.

Menurut mereka, beberapa kasus sempat ditangani Kejati, maupun Polda Maluku. Namun hingga kini berbagai kasus tersebut mandek di tengah jalan, tidak berakhir di Pengadilan Tipikor Ambon. Mereka mempertanyakan letak keadilan dari Kejati dan Polda Maluku. Sebab selama ini, terduga pelaku korupsi yang tak lain adalah bupati SBB dua periode ini belum diperiksa.

“Kami meminta Kejati dan Polda Maluku segera memanggil yang bersangkutan untuk dilakukan pemeriksaan. Sampai saat ini beliau (Bob) masih berkeliaran bebas,” tegas Ode Salim, koordinator aksi.

Aksi unjukrasa yang berlangsung selama satu jam lebih itu berjalan aman dikawal aparat kepolisian.

Tiga poin tuntutan yang diserahkan kepada Muhamad Edwan, Asisten Intelijen Kejati Maluku yang menemui pendemo.

Pernyataan sikap yang diserahkan pengunjuk rasa meminta Kejati Maluku meninjau kembali kasus 377 proyek bermasalah di SBB tahun 2011. Kasus ADD-DD SBB 2015, dan Kasus Raibnya Uang Lauk Pauk PNS tahun 2008.”
Kepada pengunjuk rasa, Edwan mengaku akan menindaklanjuti permintaan mereka. Selain itu, sejumlah kasus dugaan korupsi tersebut, kata dia, sementara masih dalam proses.

“Kami dari Kejati akan segera berkoordinasi dengan Polda, Polres dan Pengadilan Negeri untuk menuntaskan kasus ini,” janji dia.

Menurutnya, penanganan kasus dugaan korupsi membutuhkan waktu lama. Sehingga sampai saat ini, pihaknya masih terus mengumpulkan alat bukti yang akurat. Mengingat penyidik masih mengumpulkan alat bukti, Edwan meminta pengunjuk rasa agar dapat membantu pihaknya apabila memiliki bukti dari sejumlah kasus tersebut.

“Kami dari kejati meminta waktu untuk mengumpulkan bukti agar kasus ini segera di selesaikan secara tuntas dan kami persilahkan dari teman-teman untuk mengawal jalannya proses ini,” pungkasnya. (CR1)

Penulis:

Baca Juga