Sekilas Info

Staf Ahli Walikota Tembak Bocah

ILUSTRASI

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - Perbuatan Gustaf DS Nendisa memang keterlaluan. Staf ahli wali kota Ambon ini tega menembak anak tetangganya sendiri beinisial GFL.

Bocah 8 tahun itu ditembak menggunakan senapan angin. Lengan kanannya robek bersimbah darah. Bocah malang itu didor hanya karena mengambil mangga di halaman rumah pelaku, jalan Perumtel Gunung Nona, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon.

Perbuatan keji mantan Kepala Dinas Kehutanan Kota Ambon ini terjadi, Selasa 19 Februari 2019.

Kini kasus tersebut ditangani penyidik unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA), Satreskrim Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, setelah dilaporkan And Louhenapessy (41), ibu korban.

“Pelapor adalah ALT (ibu korban). Terlapor GDSN (Gustaf DS Nendisa),” kata Kasubbag Humas Polres Ambon, Ipda Julkisno Kaisupy, Rabu (20/2).

Aksi penembakan terjadi di pekarangan rumah pelaku sekira pukul 14.00 WIT. Korban diduga mengambil mangga di bawah pohon milik pelaku. Bukannya melarang atau menasehati bocah kelas II SD ini, pelaku malah main hakim sendiri secara keji.

Pria 51 tahun itu keluar menggunakan senapan angin, setelah melihat korban. Dia menembak korban menggunakan senjata laras panjang dengan jarak kurang lebih 50 meter itu bak seekor binatang.

Beruntung, bidikan pelaku sedikit meleset. Pasalnya, pellet atau peluru untuk senapan angin itu nyasar dan hanya mampu merobek lengan tangan kanan bocah ingusan tersebut. Korban menangis kesakitan, dan pulang ke rumah dengan kondisi trauma.

“Penembakan terhadap korban mengakibatkan luka robek dan mengeluarkan darah pada lengan tangan kanan. Saat ini kasus tersebut masih dalam tahap pemeriksaan oleh penyidik unit PPA,” tandasnya.

Sebelumnya, ibu korban mengaku sempat meminta pertanggung jawaban pelaku. Tapi sikap arogansi pelaku enggan menyelesaikan perbuatannya secara kekeluargaan itu membuat kasus ini terpaksa bergulir ke ranah hukum.

Polisi bersama orang tua korban telah membawa korban ke rumah sakit Bhayangkara Polda Maluku untuk divisum dan mendapat perawatan medis.

“Anak saya bilang dia ditembak pelaku. Saya ke rumah pelaku tapi ditolak. Sudah lapor polisi baru dia (pelaku) menyuruh keluarganya datang untuk melakukan perdamaian,” kata ibu korban di Markas Polres Ambon.

Louhenapessy telah dimintai keterangan oleh penyidik PPA. “Sudah lapor dari kemarin. Dan hari di BAP. Keluarga pelaku tadi datang menekan untuk cabut laporan,” ungkap Louhenapessy yang didampingi suaminya Nelson Louhenapessy. (CR1)

Penulis:

Baca Juga