Sekilas Info

Rp 2 Miliar Raib di Arisan Online

ILUSTRASI

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - Aksi penipuan bermodus arisan online marak di Kota Ambon. Di awal tahun 2019, setidaknya terdapat dua laporan warga. Satu masih berstatus pengaduan, dan seorang lagi sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Belum lagi tersangka Julia M. Dias, warga Talake dilimpahkan ke Jaksa, kini kasus serupa kembali terjadi.

Pelakunya diduga Marsya Rosalin Savia. Rosalin digiring sejumlah warga ke Satuan Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Senin (11/2), sore.

Warga Kayu Tiga Kecamatan Sirimau Kota Ambon ini diduga sebagai pelaku penipuan bermodus arisan online, ini terpaksa diadukan ke polisi karena telah merugikan puluhan orang dalam permainan penggandaan uang dalam waktu sesaat tersebut.

Total keseluruhan uang milik korban yang sudah digelapkan ibu rumah tangga tersebut diperkirakan sebesar Rp2 miliar. Miliaran rupiah digelapkan setelah korban menyetor uang dengan jumlah bervariasi melalui rekening atas namanya.

Beberapa korban yang terdata dan sudah dirugikan sebesar Rp50 juta, Rp13 juta, Rp10 juta, dan Rp5 juta. Korban arisan online bukan saja berasal dari kalangan masyarakat biasa. Ada juga pegawai swasta hingga Aparatur Sipil Negara (ASN).

Puluhan orang warga yang menjadi korban penipuan tersebut diketahui bermukim di wilayah Kota Ambon, Kabupaten Seram Bagian Barat, bahkan di luar daerah seperti Papua.

Arisan online dengan metode penggandaan uang itu dimainkan Rosalin menggunakan sistem sit. Satu sit dijual dengan harga Rp300 ribu. Dalam waktu lima hari, pelaku akan mengembalikan uang milik korban sebesar Rp500 ribu.

Puluhan korban percaya dan merasa tergiur karena awal permainan masih tampak normal. Namun selang waktu berlalu, ternyata arisan online melalui media sosial facebook itu sama dengan kasus sebelumnya yakni penipuan.
“Kami transfer uang melalui rekening atas nama pelaku. Dari total kerugian yang kami selaku korban alami kurang lebih Rp2 miliar,” kata salah satu korban di Markas Polres Ambon, Kota Ambon, kemarin.

Kasubbag Humas Polres Ambon Ipda Julkisno Kaisupy membenarkan adanya pengaduan masyarakat. Kasus itu kini ditangani Satreskrim Polres Ambon. “Saat ini dalam proses mediasi, karena ini pengaduan. Para korban juga sampai saat ini masih mediasi untuk dia (dugaan pelaku) mengembalikan duit mereka,” ungkapnya. (CR1)

Penulis:

Baca Juga