Sekilas Info

Penyebab Kebakaran Telkom Belum Terungkap

Kebakaran di Gedung Telkom Ambon

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - Musibah kebakaran Gedung Telkom Maluku Selasa (5/2) lalu, hingga kini belum terungkap. Polres Ambon yang menggandeng tim Labfor Makassar, masih terus menyelidiki penyebab kebakaran.

Kasubbag Humas Polres Ambon dan Lease Ipda Julkisno Kaisupy, mengaku pihaknya sampai saat ini sudah memeriksa tujuh orang saksi. Diantaranya pegawai dan security Telkom Wilayah Maluku, serta warga sekitar.

“Penyebab kebakaran masih dalam lidik. Tujuh saksi dengan rincian empat orang dari karyawan/security Telkom dan tiga orang warga sudah diperiksa,” kata Kaisupy kepada Kabar Timur, Sabtu (9/2).

Untuk mengungkap penyebab kebakaran, Kaisupi mengaku pihaknya meminta bantuan tim Laboratorium Forensik (labfor) Makassar. “Yang olah TKP (tempat kejadian perkara) itu tim labfor Makassar. Sampai saat ini kami masih menunggu hasilnya,” ujar Kaisupy.

Untuk diketahui, satu lantai kantor Telkom Indonesia (Tbk) Maluku, di Jalan Pattimura, Ambon terbakar. Server Sentral Telepon Otomat (STO) hangus. Akibatnya, seluruh aktifitas perkantoran dan bisnis online, jaringan internet, telepon, SMS tak berfungsi sejak pukul 10.05 WIT.

Meski tidak ada korban luka, tapi kerugian tak hanya dialami pihak Telkom dan Telkomsel, namun juga merugikan para pengusaha yang menjalankan bisnisnya dengan mengandalkan kedua jaringan telekomunikasi tersebut.

Kebakaran dapat diatasi setelah kurang lebih 1 jam setelah seluruh armada pemadam kebakaran milik Pemerintah Kota Ambon dikerahkan. Api berhasil dijinakan pukul 12.00 WIT.

Pasca kebakaran, tim identifikasi Satreskrim Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Tim Laboratorium Forensik Makassar, rencananya akan didatangkan.

Terputusnya jaringan Telkom dan Telkomsel menghentikan semua aktifitas perkantoran yang menggunakan sistem online. Diantaranya penarikan uang melalui Anjungan Tunai Mandiri (ATM), travel penjualan tiket pesawat dan kapal, ojek online seperti grab, gojek dan lain sebagainya. (CR1)

Penulis:

Baca Juga