Aroma Korupsi 14 Rumdis Poltek Ambon Terkuak

ILUSTRASI

Sementara Wakil Direktur I Poltek Julius Buyang yang konon bukan menjual rumah dinas yang ditempatinya namun hanya mengontrakkan per bulannya Rp 7 juta ke orang luar, belum berhasil dikonfirmasi. Julius Buyang tak mengangkat panggilan per telepon saat dihubungi.

Sejumlah penghuni rumah dinas tersebut belum berhasil dihubungi. Sehingga satu-satunya sumber informasi masih Petrus Sabandar. Dikonfirmasi kembali, Sabandar tak bisa mengelak soal duit dari separoh harga rumah yang harus dikembalikan ke negara.

“Iya betul ada seperti itu, dan itu sudah jadi kesepakatan kita kalau ingin memilik rumah itu. Tapi karena tidak pernah diungkit, makanya yang kita bayar cuma cicilan ke BTN saja, dan itu beta sudah lunas,” klaim Sabandar.

Dia mengaku bukan lalai atau tak mau mengembalikan separoh harga rumah dinas yang ditempatinya. Dia menuding pimpinan Poltek lah yang harus bertanggungjawab terkait urusan pengembalian separoh harga rumah dinas itu ke negara.

“Seharusnya ada yang urus masalah ini. Tapi khan tidak ada, beta seng mau disalahkan. Yang urus itu tentunya siapa lagi, iya Direktur,” ucap Sabandar dengan nada ragu-ragu.

Sabandar tidak sampai di situ. Soal temuan BPK RI senilai Rp 1,2 miliar, dia yakin tidak ada masalah lagi. “Karena beta dengar informasinya, waktu itu pengembalian uang ke negara sudah dilakukan oleh Direktur lama, menggunakan biaya perawatan itu,” bebernya tanpa menyebut nama “direktur lama” dimaksud. (KTA)

Selanjutnya 1 2
Penulis:

Baca Juga