Bareskrim Usut Skandal Izin BPS di Gunung Botak

Utama

Blok Masela Butuh 15.000 Hektar Lahan

badge-check


					Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON – Luas lahan yang dibutuhkan untuk lokasi Blok Masela seluas 15.000 hektar.

Besaran luas lahan ini berdasarkan hasil rapat dalam rangka percepatan operasional Blok Masela antara Pemerintah Provinsi Maluku, Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Kementerian Agraria dan Tata Ruang, SKK Migas dan Inpex di kantor Bupati MTB, Rabu (30/1).

Plt Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Maluku, Suryadi Sabirin mengatakan, Pemprov Maluku maupuan Pemkab MTB mengakomodir hal tersebut. “Dapat disimpulkan bagaimana Blok Masela itu progresnya sesuai dengan jadwal. Paling cepat 2026 atau paling lambat itu 2028,” sebutnya.

Anggaran untuk pembebasan lahan akan dihitung. “Nanti dihitung oleh DinasKehutanan, Dinas PU, karena PU punya tupoksi RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah),” jelas Sabirin.

Dalam rapat tersebut kata Sabirin, pembahasan tentang perubahandan ketentuan tata ruang termasuk juga melakukan izin-izin dan kajian lingkungan strategis.

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

Lapas Ambon Perkuat Mental Spiritual Warga Binaan Selama Ramadhan

19 Februari 2026 - 11:42 WIT

Warga muslim di Leihitu Maluku Tengah puasa 1 Ramadhan Selasa

17 Februari 2026 - 20:42 WIT

Cetak Generasi Tangguh, Lanud Pattimura Gelar Persami KKRI 2026 bagi Pelajar Maluku

14 Februari 2026 - 19:19 WIT

Skandal UP3 Tanimbar, Dugaan Pelanggaran Prosedur Pembayaran Proyek Ratusan Miliar

7 Februari 2026 - 12:11 WIT

Maluku Raup Rp 6 Triliun dari Pajak Impor, Investasi Tembus Rp365 Triliun

6 Februari 2026 - 00:39 WIT

Trending di Maluku