Sekilas Info

Video Sosialisasi Caleg Putra Bupati SBB Jadi Lelucon

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - Video sosialisasi calon anggota DPRD Provinsi Maluku Daerah Pemilihan Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), M. Iqbal Payapo, dicibir warganet.

Iqbal adalah putra Bupati SBB, Yasin Payapo. Video Iqbal diunggah di laman facebook oleh pemilik akun facebook bernama Laippose Dari Molukken pada 27 Januari 2019 pukul 16.04 WIT. Tak lama diunggah, video Iqbal viral dan menjadi bahan lelucon warganet.

Video yang diduga direkam warga melalui telepon seluluer itu saat Iqbal, caleg nomor urut 2 yang diusung partai Hanura melakukan sosialisasi di Lumapelu, Kecamatan Taniwel Timur, SBB, pekan kemarin.

Kemampuannya yang dibawah “rata-rata” saat menyampaikan kata sambutan dihadapan warga Lumpelu, menjadi olok-olokan netizen.

Dalam video itu, Iqbal yang didaulat moderator untuk berbicara dihadapan warga Lumpelu hanya menyampaikan kata sambutan tidak lebih dari 25 detik. Dia menjelaskan biografi dirinya.

“Selamat sore samua. Bapa, ibu, mama, perkenalkan beta pung nama, Muhammad Ikbal Payapo. Beta sekolah di Ambon, kuliah di Makassar. Beta sementara sekarang ini kebetulan beta tinggal di Piru. Sekian bagitu saja ee-…” ujar Iqbal dalam rekaman video berdurasi 1 menit 32 detik itu.

Untuk menjelaskan siapa Iqbal, malah moderator yang menyebutkan Iqbal adalah anak kandung, Yasin Payapo, Ketua DPD Partai Hanura Maluku.

Laiposse Dari Moluken mengutip pidato singkat Iqbal di laman facebooknya. Dari postingan itu, sontak saja puluhan warganet langsung menanggapinya dengan emoji tertawa. Komentar-komentar pada kolom facebook pun bermunculan seakan tidak percaya jika seorang calon anggota DPRD Maluku hanya mampu berkata demikian.

“Sio minim gagasan. Lalu jadi aleg ni aspirasi apa yang mau disampaikan di parlemen sana,” tulis Tommy Karey Miru.

“Inikah kemampuan dan kualitas orator seorang Muh. Ikbal Payapo dari Partai Hanura yang akan mewakili masyarakat SBB di DPRD Prov Maluku,,? Jangan karena anak Bupati dan ambisi untuk membangun dinasti politik keluarga namun tak berkualitas dipaksakan untuk jadi anggota DPRD. Mau bicara apa nanti disana,,? Beta paling malu e, apa kata dunia,”tulis Sumi Adin menanggapi postingan tersebut.

Warganet lain, S Dade dalam komentarnya menulis, hanya bisa menyimak dan menilai secara pribadi hingga bisa menentukan pilihan dengan titik fokus kesadaran memilih caleg 2019. Berikan aplos jangan dipermalukan seperti ini, kasihan namanya juga politikus pemula butuh banyak pembelajaran politik. Bagi masyarakat SBB khususnya, mestinya memberikan dorongan dan masukan kepada yang bersangkutan sehingga ke depannya lebih memantapkan diri bukan sekedar kuantitas tetapi kualitas pun menjadi tolak ukur.

Sementara itu, komentar dukungan ditulis nama akun facebook Awi Kaisuku, setiap orang punya kekurangan dan kelebihan masing-masing... faktanya banyak politikus yang pintar bicara tapi hoax dan omong-kosong... semua kembali ke rakyat yang memilih... bukan dengan cara seperti ini untuk menjatuhkan seseorang!!!

Sementara itu, warga SBB, Rustam yang dimintai komentarnya Rabu (30/1) di Ambon mengatakan, sebagai calon anggota DPRD Maluku, mestinya orang yang bersangkutan adalah orang yang benar-benar layak dan kompoten.

Sebab, keputusan- keputusan penting, termasuk penyusunan dan pengawasan konstitusi yang diambil para wakil rakyat itu, akan sangat menentukan masa depan daerah.

“Saya sudah lihat videonya. Saya berharap masyarakat pintar dalam memilih wakil rakyat. Wakil rakyat yang bagaimana? Wakil rakyat yang berkompeten mulai dari kemampuan, pengetahuan, pengalaman dan pendidikan. Sebab, keputusan-keputan penting yang akan diambil wakil rakyat sangat menentukan masa depan SBB,” ujar Rustam.

Dari video itu kata dia, sepintas sudah bisa dinilai Iqbal tidak layak dipilih pada Pileg 17 April 2019. Bahkan kecerdasannya diragukan. Iqbal dianggap tidak pantas diusung sebagai Caleg. Iqbal terkesan dipaksakan oleh Partai Hanura karena nama besar ayahnya sebagai ketua DPD Partai Hanura Maluku dan Bupati SBB.

“Jika terpilih sebagai anggota DPRD Maluku, bukan karena kemampuannya tapi pasti karena kerja keras orang tuanya. Pasti tidak ingin malu anaknya gagal di Pileg, Bupati SBB akan berusaha keras meloloskan anaknya di kursi DPRD Maluku, apapun caranya,” ujar dia. (MG3)

Penulis:

Baca Juga