Sekilas Info

RUPS Luar Biasa, BM Diminta Gelar Seleksi Terbuka

Istimewa/Kabartimurnews

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - Jelang Rapat Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa PT Bank Maluku-Malut, K0mite Remunerasi dan Nominasi (KRN) diminta menggelar penjaringan balon Direktur Utama, Komisaris Utama dan beberapa jabatan direksi di bank itu secara terbuka. Dan diharapkan Bank pelat merah milik daerah tersebut memiliki performa kinerja yang baru, bebas berbagai potensi skandal yang pernah menimpa bank itu.

Sesuai rencana, RUPS ini akan digelar April 2019 mendatang. Dalam perhelatan suksesi kepemimpinan bank tersebut, KRN PT Bank Maluku-Malut diminta membuka penjaringan secara terbuka di publik. Yakni untuk seleksi calon Komisaris Utama, Direktur Utama dan Direktur Pemasaran serta satu komisaris tambahan.

Dalam rilis yang diterima Kabar Timur (24/1) Serikat Pekerja (SP) Bank Maluku mengimbau KRN segera meneliti para calon yang telah mendaftar untuk seleksi dimaksud. Dan meminta persetujuan para pemegang saham untuk dipilih dan ditetapkan selaku pengurus bank.

“Serikat Pekerja mengusulkan hal ini guna menghindari terjadinya pengajuan calon tunggal. Agar untuk setiap posisi jabatan pengurus tersebut diajukan lebih dari satu orang calon,” demikian bunyi surat SP Bank Maluku ditujukan kepada Dewan Komsisaris PT Bank Maluku-Malut ditandatangani Ketuanya George Kailola, tertanggal 23 Januari 2019.

Ditambahkan, SP Bank Maluku, demi terciptanya transparansi dalam proses penjaringan dan seleksi calon pengurus Bank Maluku-Malut, proses pendaftaran dan seleksi agar dilakukan secara terbuka. Dipublikasikan secara luas baik di Provinsi Maluku maupun Provinsi Maluku Utara.

Dengan demikian, PT Bank Maluku-Malut patut membuka dan memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada masyarakat yang berminat dan memenuhi persyaratan untuk mengikuti seleksi. SP Bank Maluku juga mengingatkan, soal aturan perundang-undangan terkait seleksi yang bakal digelar April itu.

“Dalam hal ini serikat pekerja mengharapkan Komite Remunerasi dan Nominasi memperhatikan periodesasi kepengurusan. Sebagaimana dipersyaratkan dalam Anggaran Dasar No.40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas,” tutup Kailola.

Hal itu perlu diingatkan, karena selama ini Bank Maluku terkesan dijadikan ladang kepentingan pribadi ketimbang, memajukan bank dari dari sisi kepentingan ekonomi daerah. Dengan periodesasi yang dibatasi sesuai aturan perundang-undangan, tanpa perpanjangan yang “diatur-atur” sepihak orang, Bank Maluku dipastikan memiliki kinerja maksimal dan pencapaian profit yang optimal. (KTA)

Penulis:

Baca Juga