KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – Bupati Kabupaten Maluku Tengah Abua Tuasikal dinilai sengaja mempersulit rakyatnya. Mengapa? Karena jika tidak, usulan masyarakat Malteng terkait pemekaran empat Daerah Otomi Baru (DOB) sudah difasilitasi untuk menjadi DOB.
“Pemerintah Daerah Malteng tidak sayang masyarakatnya. Jika iya, pasti bupati sudah memfasiltasi untuk pelepasan empat wilayah di Malteng yang diusulkan masyarakat menjadi DOB, lepas dari kabupaten induk, Malteng,” kata Anggota DPRD Maluku, Amir Rumra di Baileo Rakyat Karang Panjang, Ambon, Selasa (22/1).
Empat DOB yang disuarakan masyarakat Malteng adalah pemekaran jasirah Leihitu, pemekaran Seram Utara Raya, Kota Administratif Banda dan pemekaran Pulau-Pulau Lease.
Menurutnya, Pemda Malteng tidak ingin melepaskan wilayah-wilayah tersebut menjadi DOB karena merupakan basis suara penguasa untuk melanggengkan jabatan maupun dinastinya. “Yang ada di benak Pemda Malteng, wilayah-wilayah ini sudah menjadi wilayah garapan suara mereka sehingga Malteng ini diatur oleh mereka-mereka saja,” kata politikus PKS ini.
Padahal tegas Rumra, pembentukan DOB bertujuan untuk mensejahterakan seluruh masyarakat di wilayah Malteng. Selain itu juga untuk memperpendek rentang kendali Pemda Malteng. “Jika siapa yang berpikir pemekaran itu tidak dapat menyelesaikan masalah, berarti itu orang yang berpikiran kolot dan bodoh,” sindirnya.



























