KABARTIMURNEWS.COM, TUAL – Mengantisipasi turunnya partisipasi pemilih di Pileg dan Pilpres 2019 KPU Kota Tual membentuk relawan demokrasi untuk memberikan pencerahan politik.
Diharapkan hal ini mampu mendongrak partisipasi masyarakat di daerah itu, untuk menyampaikan hak pilih mereka. Ketua KPU Kota Tual Ibrahim Fagih, menjelaskan, pengalaman Pemilu 1999 tingkat partisipasi masyarakat mencapai 92%, pemilu 2004 tingkat partisipasi sebesar 84%, pemilu 2009 tingkat partisipasi sebesar 71%, dan pemilu 2014 turun sebesar 73%. Dan diprediksi angka ini akan melorot lagi. “Adanya ketidak percayaan kepada penyelenggara Pemilu juga salah faktor dari sejumla faktor lainnya,” ungkap Fagih usai melantik 53 relawan demokrasi di KPU Kota Tual, di jalan Baru Desa Tual, Kecamatan Dullah Selatan, Sabtu (19/1).
Mereka yang dilantik akan bertugas di Kecamatan Dullah Selatan sebanyak 24 orang, Kecamatan Dullah Utara 13 orang, Kecamatan Tayando Tam 6 orang, Kecamatan PP Kur 5 orang dan Kecamatan Kur Selatan 5 orang.
Kegiatan ini dipimpin Faqih, didampingi Komioner KPU Kota Tual Divisi Hukum, M. Sofyan Rahayaan dan Divisi Logistik, Zainal Abidin Raharusun.
Faqih mengatakan, KPU RI merasa perlu untuk membentuk relawan demokrasi, karena melihat tren partisipasi pemilu yang cenderung menurun pasca reformasi. Turunnya angka partisipasi bertolak belakang dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) RI, yang menargetkan tingkat partisipasi pada pemilu tahun 2019 harus mencapai 77,5%.
Penyebab turunnya partisipasi pemilih juga disebabkan karena ketidakpercayaan masyarakat kepada parpol, perwakilan parpol dan sistem pemerintahan. Disamping itu, adanya pemikiran pragmatis dari pemilih yang memilih karena iming-iming.



























