KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – Penerimaan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Maluku tahun 2018 mencapai Rp 463,603 miliar. Penerimaan ini dari tiga Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC), Kota Ambon, Tual dan Ternate.
Jumlah penerimaan meningkat 234,48 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp 194,400 miliar. Jumlah penerimaan ini didominasi bea keluar.
Kepala DJBC Maluku, Finari Manan menyebutkan, realisasi penerimaan bea keluar Rp 446.490.995.635 atau 248,05 persen dari target yang ditetapkan. Sebagian besarnya berasal dari ekspor nikel dari Ternate, Maluku Utara ke berbagai negara.
Untuk penerimaan negara dari sektor kepabeanan khususnya bea masuk melampui target. Realisasi capaian Rp 16.927.295.000 atau 117,54 persen dari target yang ditetapkan. Sementara dari sektor cukai, realisasi capaian Rp 185.400.000.
Kata Finari, salah satu capaian kinerja yang membanggakan DJBC Maluku dalam menjalankan fungsi sebagai agen pertumbuhan ekonomi nasional adalah mendorong peningkatan ekspor langsung dari Ambon, Maluku.
“Dengan adanya komitmen bersama dari Tim Percepatan ekspor yang memberikan pelayanan 24 jam, tujuh hari seminggu, cepat mudah bebas pungli dan prioritas pelayanan berdampak pada peningkatan ekspor langsung produk perikanan secara signifikan,” ujar wanita berhijab itu.
Menurutnya, berdasarkan Dokumen Pemberitahuan ekspor Barang (PEB), tercatat sebanyak 304 PEB di tahun 2018, meningkat dari tahun 2017 yang hanya satu PEB.
Nilai devisa ekspor komoditi perikanan meningkat signifikan di tahun 2018 mencapai 9,5 juta USD atau naik 744,6 persen dibandingkan tahun 2017 yang hanya 125.000 USD. “Ini prestasi kita yang mendapatkan apresiasi dari Menteri Keuangan saat berkunjung ke Ambon pekan kemarin,” kata dia.
Selain itu, dampak dari capaian ekspor langsung dari Ambon menurutnya, ini juga multiplayer efek dengan tersedianya lapangan kerja yang menyerap 428 tenaga kerja dari delapan unit pengolahan ikan di tahun 2018 serta muncul dua eskprotir baru.
Ditahun 2019 ini kata Finari, peningkatan ekonomi Maluku masih terus dilakukan diantaranya dengan kegiatan ekspor langsung dari Maluku untuk sektor kelautan dan perikanan seperti ikan, mutiara, rumput laut dan kepiting, sektor perkebunan seperti komoditi kelapa maupun sektor kehutanan seperti kayu gaharu dan damar yang sudah diolah.



























