KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – Polres Maluku Tenggara Barat (MTB) mengaku tidak diam mengusut kasus dugaan cabul oknum Kepsek SD Seira, Kecamatan Wertamrian Kabupaten MTB berinisial “GL”. Disampaikan Kasatreskrim Polres MTB Iptu Jonanthan Sutrisno pihaknya pekan ini akan melakukan gelar perkara untuk kedua kalinya setelah sebelumnya memeriksa 10 saksi.
“Nanti setelah psikiater kita periksa, kita akan gelar perkara. Ini untuk yang kedua kalinya,” ungkap Iptu Jonathan dihubungi Kabar Timur melalui telepon seluler, Minggu sore kemarin.
Jonathan tidak menjelaskan perlunya pemeriksaan terhadap saksi psikiater, namun menurutnya, pemeriksaan dimaksud merupakan salah satu bagian dari upaya pihaknya untuk mengumpulkan alat bukti. Diakui, visum sudah dikantongi, seperti apa hasil pemeriksaan medis tersebut dia enggan membeberkan.
Ditanya apakah hasil pemeriksaan psikiater dan visum merupakan dua alat bukti, lagi-lagi Jonathan enggan memberikan penjelasan. “Tidak, visum itu dan pemeriksaan psikiater hanya merupakan bagian daripada bukti surat,” tandasnya.
Saat dihubungi Jonathan Sutrisno juga menyesalkan sejumlah pemberitaan Kabar Timur sebelumnya. “Itu terlalu sepihak, mustinya konfirmasi dulu ke kita. Banyak pemberitaan saudara menyudutkan kita. Karena hanya menyampaikan informasi dari pelapor atau keluarga pelapor,” terang Jonathan.
Sebelumnya diberitakan, “Bunga” (16) yang diduga merupakan korban pencabulan GL ini, mengaku dia akhirnya melaporkan kasus yang menimpa dirinya sejak kelas 6 SD itu ke Polres MTB setelah peristiwa terakhir 13 Oktober 2018 lalu, karena tak tahan lagi dicabuli terus menerus.
Kepada Kabar Timur, Bunga mengungkapkan, apalagi dalam peristiwa terakhir itu telah membuatnya trauma berat. Pasalnya, pelaku, kata dia, melakukan hal senonoh seperti itu dibantu ibu tiri barunya yang juga oknum guru SD Seira. “Kejadian itu dua malam berturut-turut. Mama tiri baru, pegang beta pu tangan dua-dua, baru bapa tiri buat begitu. Beta rasa maca beta ada di rumah-rumah hostess saja,” akui Bunga kepada Kabar Timur melalui telepon seluler.



























