Sekilas Info

Mantan Buronan Narkoba Hanya Divonis 1 Tahun

ILUSTRASI

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - Abdullah Sepa alias Alut, terdakwa kasus narkoba yang pernah kabur dari rumah tahanan dan sempat menjadi buronan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Maluku, hanya divonis bersalah selama 1 tahun penjara.

Sidang pembacaan putusan yang dipimpin Hakim Ketua Felix Rony Wuisan, didampingi dua anggotanya Jimy Wally dan Philips Panggalila, ini berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Ambon, Kota Ambon, Kamis (10/1).

“Memutuskan terdakwa secara sah terbukti bersalah telah melakukan tindak pidana narkotika dan diputuskan menjalani hukuman penjara selama 1 tahun,” kata Hakim Ketua Felix Rony Wuisan dalam amar putusannya, kemarin.

Putusan majelis hakim itu lebih ringan sedikit dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi Maluku yang sebelumnya menuntut terdakwa selama 1,6 tahun.

Vonis putusan majelis hakim bersifat inkrah. Sebab, JPU dan terdakwa tidak mengajukan banding. Terdakwa terima putusan hakim setelah berkonsultasi dengan penasehat hukumnya. “Saya terima,” kata terdakwa singkat kepada majelis hakim.

Divonis setahun, Alut hanya akan menjalani sisa hukumannya tanpa denda selama 5 Bulan, karena dipotong masa tahanan yang sudah dijalaninya selama perkara berlangsung.

Terdakwa sebelumnya disangka Pasal 112 ayat 1 dan Pasal 114 ayat 1 Undang-Undang Narkotika nomor 35 tahun 2009. Dalam persidangan, dua Pasal itu tidak terbukti. Terdakwa hanya terbukti pada Pasal 127 huruf (a), tentang pemakai narkotika jenis sabu-sabu.

Sebelumnya, BNN Maluku akhirnya menangkap Abdullah Sepa, Calon Anggota Legislatif (Caleg) narkoba. AS ditangkap bukan karena urinenya positif narkoba. Tapi, Ia teranyata seorang DPO, yang kabur dari rumah tahanan BNN Maluku, tahun 2015 lalu.

Informasi yang dihimpun Kabar Timur, AS ditangkap di kawasan Jalan Sam Ratulangi, Kecamatan Sirimau Kota Ambon, beberapa hari lalu. Tertangkapnya AS, membongkar “aib” BNN Maluku yang selama ini tertutup rapat.

AS diketahui kabur 24 Desember 2015. Ia tidak sendiri, tapi bersama pelaku narkoba lainnya Ridwan H alias RH. Keduanya berhasil kabur setelah memotong jeruji besi, rumah tahanan BNN Maluku, Karang Panjang Ambon.

Berdasarkan laporan kasus narkoba nomor LKN/05/M/2015/BNNP 27 November 2015 lalu, AS ditangkap, belum genap sebulan. AS dan RH meringkuk di penjara, kemudian kabur  dari tahanan BNN Maluku bersama seorang rekannya.

Ternyata, pernyataan AS kabur dari penjara hanyalah “sandiwara” belaka untuk menipu publik Maluku. Sebab sebenarnya, AS tidak kabur tapi sengaja di lepas melalui sebuah transaksi “nakal” antara oknum BNN.

“AS tidak kabur tapi di keluarkan BNN Maluku. Ia dikeluarkan setelah membayar uang penebus sebesar Rp 30 juta kepada oknum BNN Maluku,” kata Sumber kepada Kabar Timur, Selasa (31/7).

Menanggapi hal itu, Kepala BNN Maluku Brigjen Pol. Rusno Prihardito yang kini telah digantikan Brigjen Pol. M. Aris Purnomo yang dikonfirmasi Kabar Timur, melalui telepon genggamnya tidak menampik adanya informasi miring terkait transaksi “nakal” tersebut.

“Itu yang masih saya periksa. Ada beberapa oknum (di BNN Maluku). Saya belum tahu persis,” kata Rusno yang mengaku sedang berada di luar kota. (CR1)

Penulis:

Baca Juga