KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – Birokrasi Pemerintah Provinsi Maluku disoroti. Penunjukan pejabat eselon II dan III di lingkup Pemprov Maluku dinilai asal. Bahkan beberapa pejabat sementara yang diangkat terkesan hanya sesuai selera penguasa.
Juru bicara DPP Hena Hetu, Rauf Pelu menilai pejabat yang diangkat lebih mengedepankan kekerabatan maupun kelompok.
Sementara pegawai yang sudah sekian lama bekerja bahkan hingga belasan tahun dan memiliki kinerja oke di birokrasi tidak diberikan jabatan.
“Setelah Pilgub Maluku 2018, pelaksanaan birokrasi di tubuh Pemprov Maluku terlihat amburadul. Apalagi pengangkatan Pjs, sangat tidak kompeten,” kritik Pelu di Ambon, Senin (7/1/2019).



























