Bareskrim Usut Skandal Izin BPS di Gunung Botak

Utama

Tolak Tuasikal-Mirati, Bupati Malteng Instruksikan Menangkan Zulkarnain

badge-check


					ILUSTRASI Perbesar

ILUSTRASI

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – Pemilihan umum tersisa 3 bulan lagi. Menghadapi Pemilu serentak 2019 (DPR, DPD, DPRD provinsi, DPRD kabupaten/kota dan Pilpres), para calon legislatif dan calon senator jauh-jauh hari telah menjalankan strategi untuk memikat pemilih atau konstituen. Beragam cara dilakukan para calon wakil rakyat, mulai dari memasang alat peraga kampanye, sosialisasi hingga membangun komunikasi intensif dengan masyarakat.

Namun menariknya, diantara para figur calon DPD RI maupun caleg DPR RI, ada yang ditolak masyarakat. Adalah Abdullah Tuasikal dan istrinya Mirati Dewaningsih Tuasikal yang ditolak oleh hampir selurh masyarakat Maluku Tengah.

Abdullah Tuasikal atau biasa disapa AT merupakan mantan Bupati Maluku Tengah dua periode. AT terdaftar sebagai Caleg DPR RI melalui Partai Nasdem. Sementara Mirati adalah bekas anggota DPD dan DPR RI. Mirati kembali mencoba peruntungan sebagai calon senator.

Bukti penolakan kuat terhadap AT dan istrinya disampaikan masyarakat hampir di seluruh wilayah Malteng. Masyarakat di wilayah Seram Selatan (Tehoru dan Telutih), terangan-terangan menolak memilih AT dan Mirati di pemilu serentak yang digelar 17 April 2019.

Langgengnya kekuasaan “dinasti” Tuasikal selama hampir 20 tahun memimpin Malteng menjadi alasan mereka menolak memilih AT dan Mirati. Selama memimpin Malteng dua periode, AT juga dinilai gagal membangun daerah berjuluk Pamahanunusa itu khususnya wilayah pesisir Seram Selatan.

“Apa tidak ada orang lain lagi (Caleg dan calon anggota DPD) sehingga kita harus memilih dia (AT dan Mirati). Apa dia juga belum puas menjadi bupati dan istrinya pernah menjadi anggota DPD dan DPR RI? Kasih kesempatanlah kepada orang lain yang lebih muda dan lebih layak,” kata warga di Seram Selatan kepada Kabar Timur di Tehoru, pekan kemarin.

Menurut mereka, meski ditolak mayoritas masyarakat, mereka memprediksi AT dan Mirati masih meraih suara di Seram Selatan. Cara-cara kotor, seperti intimidasi terhadap PNS dan pemerintah negeri hingga pemerintah kecamatan dan penyelenggara pemilu tingkat kecamatan akan digunakan “dinasti” Tuasikal untuk mengumpulkan suara pemilih sebanyak-banyaknya di Seram Selatan.

“Ini bukan omong kosong, pada Pemilu 2014 lalu, seluruh PNS dan perangkat pemerintah di desa dan di kecamatan digerakkan untuk memenangkan anaknya AT (Amril Tuasikal yang terpilih sebagai anggota DPR RI periode 2014-2019). PPK juga dipaksa berpihak untuk Amril,” tegas mereka.

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

Lapas Ambon Perkuat Mental Spiritual Warga Binaan Selama Ramadhan

19 Februari 2026 - 11:42 WIT

Warga muslim di Leihitu Maluku Tengah puasa 1 Ramadhan Selasa

17 Februari 2026 - 20:42 WIT

Cetak Generasi Tangguh, Lanud Pattimura Gelar Persami KKRI 2026 bagi Pelajar Maluku

14 Februari 2026 - 19:19 WIT

Skandal UP3 Tanimbar, Dugaan Pelanggaran Prosedur Pembayaran Proyek Ratusan Miliar

7 Februari 2026 - 12:11 WIT

Maluku Raup Rp 6 Triliun dari Pajak Impor, Investasi Tembus Rp365 Triliun

6 Februari 2026 - 00:39 WIT

Trending di Maluku