KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – Pulau Wetar, Kabupaten Maluku Barat Daya yang buminya terpendam deposit tembaga terancam kerusakan lingkungan.
Pakar lingkungan Universitas Pattimura Abraham Tulalessy meminta pemerintah menutup aktivitas perusahaan tambang yang beroperasi di pulau tersebut diantaranya PT Batu Tua Tembaga Raya dan PT Merdeka Grup.
Kerusakan lingkungan, diduga terjadi akibat limbah sisa batuan atau stock pile di area pertambangan tidak dikelola dengan baik. Akibatnya saat musim hujan, batuan tersebut ketika diguyur hujan menghasilkan cairan asam kimia yang mengancam lingkungan.
Salah satu pemilik lahan Pieter Magoher mengungkapkan, air asam kimia yang berasal dari timbunan stock pile di lahan bagian atas area tambang mengalir ke kali-kali mati. “Diantaranya di Kali Kuning. Ini air beracun, mengandung kimia kenapa bisa dibuang sembarangan? harusnya ditampung lalu ditiris sampai netral baru dibuang ke lingkungan,” katanya di Ambon, Rabu (26/12).
Kepada Kabar Timur, Pieter memperlihatkan video berdurasi 3 menit hasil rekaman di Kali Kuning, Desa Lurang Kecamatan Wetar Utara, Kabupaten MBD. “Dorang (perusahaan tambang) seng bisa parlente (bohon), ada bukti (rekaman video) ini,” ujar Pieter.
Dalam rekaman video di telepon genggam milik Pieter, terlihat air mengalir cukup deras dan berwarna kehijauan di sebuah kali mati. Menurutnya, kejadian tersebut baru pernah terjadi.



























