Sekilas Info

Pangdam Pattimura Diangkat Menjadi Irjen TNI AD

Mayor Jenderal TNI Suko Pranoto

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - Panglima Komando Daerah (Kodam) XVI/Pattimura Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Suko Pranoto, diangkat dalam jabatan baru sebagai Irjen TNI Angkatan Darat (AD). Penggantinya adalah Mayjen TNI Marga Taufiq, yang kini menjabat sebagai Pangdivif-2 Kostrad.

Mutasi jabatan di Markas Besar TNI itu tertuang dalam Surat Keputusan Panglima TNI nomor Kep/1393/XII/2018, tanggal 20 Desember 2018, tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan dalam Jabatan di Lingkungan Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Dalam Surat Keputusan Panglima, terdapat 39 perwira jajaran TNI AD, 13 perwira jajaran TNI AL (Angkatan Laut), dan 16 perwira jajaran TNI AU (Angkatan Udara).

“Saya juga baru tahu tadi malam (Kamis) tentang mutasi. Semuanya yang atur pimpinan, pimpinan kita semua. Saya nggak tahu juga,” ungkap Pangdam Pattimura membenarkan pergantian dirinya di sela pemusnahan minuman keras yang berlangsung di Lapangan Polda Maluku, Kota Ambon, Jumat (21/12).

Disinggung mengenai backup Polda Maluku dalam pengamanan, Pangdam yang sebelumnya menjadi Inspektur Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Siwalima 2018, mengaku menggaris bawahi pernyataan Kapolri Jenderal Polisi Muhammad Tito Karnavian tentang Boddy Sistem.

Menurutnya, Boddy Sistem bukan hanya untuk TNI dan Polri, tapi juga kepada masyarakat. Sehingga TNI, Polri dan masyarakat saling menjaga dan mengawasi.

“Jadi Boddy Sistem ini bukan TNI Polri saja. Tapi dengan masyarakat juga. Boddy Sistem artinya kita melindungi masyarakat. Kita amankan masyarakat. Masyarakat juga akan mengamankan kita. Apalagi sesama aparat, pasti Boddy Sistem,” ungkapnya.

Dia mengaku, personel yang dilibatkan untuk membackup Polda Maluku dalam mengamankan Perayaan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019, kurang lebih 200 personel.

“Keterlibat TNI tidak banyak. Karena kita bantu polisi ada sekitar 200an personel. Tapi kita sudah siapkan lagi jika ada bantuan,” ujarnya.

Ratusan personel disiagakan bersama Polri dalam satu pos. “Kalau yang Satgas BKO tetap. Mereka kan sudah punya pos masing masing di daerah daerah yang dianggap rawan,” tandasnya. (CR1)

Penulis:

Baca Juga