Menurutnya, koordinasi lebih untuk mengantisipasi apabila terjadi kecelakaan penerbangan sudah dilakukan bersama, melibatkan instansi pemerintah maupun vertikal yang berkompeten, dan juga TNI maupun Polri.
Soal fasilitas penunjang, Anwar menyatakan sudah memadai dan bisa dikatakan 99 persen memenuhi standar untuk penanganan kecelakaan penerbangan di Bandara Karel Sadsuitubun.
Sementara itu, Danlanud Dominicus Dumatubun Langgur, Letkol Pnb. Sonny Irawan menyatakan simulasi itu cukup memuaskan, dengan peran Komite Keamanan dan Keselamatan Penerbangan.
“Simulasi juga kita sertai dengan pengamanan. Inti dari simulasi ini ada pada komando pengendalian dan koordinasi. Ke depan, kita akan selalu koordinasi intens soal keamanan keselamatan penerbangan terutama di bandara ini,” katanya.
Irawan menegaskan keselamatan penerbangan merupakan tanggung jawab semua instansi yang berada di dalam Komite Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. Apabila ada kejadian, tidak lagi timbul sekat-sekat di antara instansi-instansi terkait.
“Kepercayaan harus kita tunjukkan ke masyarakat, khususnya terkait penanganan keselamatan di bandara ini. Karena itu, kita bangun koordinasi dan dukung pihak bandara maupun pemerintah daerah,” katanya. (ANT/KT)



























