KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – Keluhan masyarakat Kecamatan Kilmury di Kabupaten SBT belum juga ditindaklanjuti. Sangat terisolir, tapi Pemda SBT terus saja tutup mata. Jangankan akses transportasi darat yang nyata-nyata tak ada sama sekali, sebuah dermaga untuk transportasi laut, daerah ini tak punya.
Padahal menurut warga, dermaga dibutuhkan, karena selama ini kapal laut hanya mampu berlabuh di tangah laut. Terpaksa warga harus mengeluarkan biaya ekstra untuk menyewa sebuah long boat untuk mengantar mereka berikut barang bawaan.
Yang beresiko dialami oleh para pedagang rakyat kecil, barang dagangan kerap jatuh di laut. “Katong sampai-sampai rugi total, barang hilang, harus bayar biaya sewa longboat lagi, pemerintah ini bagaimana?,” ujar Hardy Kwaikamtellas kepada Kabar Timur, Senin (17/12).
Menurut Hardy, keterisolasian Kilmury sudah habis disuarakan. Berkali-kali demo dilakukan warga melibatkan mahasiswa, tapi Pemda Kabupaten SBT hanya tutup mata.
Hardy yang sehari-hari berprofesi petani dan menjual hasil panen itu ke Kecamatan Geser, maupun Tehoru di Kabupaten Maluku Tengah ini mengaku, cukong atau penadah merupakan satu-satunya pelarian.



























