Bukan hanya itu, aktivitas ekonomi dan penyelengaraan pemerintahan Kabupaten Buru Selatan di Kota Namrole juga terganggu dengan pemadaman listrik. “Sudah pasti penyelenggaraan pemerintahan dan aktivitas ekonomi masyarakat di Namrole terganggu akibat pemadaman listrik,” kecam dia.
Parahnya ungkap dia, pemadaman listrik yang dilakukan PLN Ranting Namrole dalam sehari bisa terjadi dua sampai tiga kali. Hal ini menyebabkan peralatan elektronik milik masyarakat rusak.
Menurutnya pelayanan PLN di Bursel sangat buruk. Bagaimana tidak, permasalahan listrik sudah terjadi hampir 10 tahun sejak kabupaten dengan semboyan Lolik Lalen Fedak Fena itu menjadi daerah otonom sendiri.
Untuk memuntaskan krisis listrik, dia meminta PLN menambah mesin pembangkit agar dapat melayani permintaan listrik di Namrole. “Pemda Bursel sudah hibah dua mesin pembangkit listrik ke PLN Rating Namrole. Namun hal tersebut belum bisa mengatasi masalah listrik. Padahal Namrole merupakan ibu kota Kabupaten. Kalau di ibu kota kabupaten saja sudah terjadi demikian, bagaimana dengan kecamatan-kecamatan yang lain,” pungkasnya.
Belum diketahui penyebab pemadaman listrik bergilir. Kepala Kantor PLN Unit Pelayanan Namrole Sumardi Karim belum berhasil dikonfirmasi Kabar Timur terkait masalah ini. (KTL)



























