Sekilas Info

Maluku Kekurangan Tenaga Kesehatan

Meykal Pontoh. | KABAR TIMUR

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - Kurangnya tenaga kesehatan, khususnya dokter di Puskesmas-puskesmas yang tersebar di Maluku, bukan menjadi hal baru. Dari hampir 300 Puskesmas di 11 kabupaten/kota di Maluku hanya sebagian kecil yang memiliki dokter.

Bukan saja dokter, tenaga kesehatan lain seperti perawat dan bidan maupun peralatan kesehatan juga belum sepenuhnya dimiliki Puskesmas-puskesmas tersebut.

Salah satu penyebabnya, pembangunan Puskesmas baru oleh pemerintah kabupaten/kota tidak dibarengi dengan profil kebutuhan jumlah tenaga kesehatan.

Hal ini diungkap Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, Meykal Pontoh di kantor Gubernur Maluku, kemarin.

Menurutnya, pengusulan pembangunan Puskesmas oleh pemerintah kabupaten/kota seharusnya juga menyertakan profil kebutuhan tenaga kesehatan. Sebab kata, POntoh, jika tidak disertai dengan profil kebutuhan, pengisian tenaga kesehatan jadi permasalahan.

“Kita harapkan ketika kabupaten/kota mengusulkan pembangunan Puskesmas itu harus dengan profil. Jadi profilnya itu tenaga kesehatan yang ditempatkan itu berapa banyak, termasuk dokter perawat dan alat kesehatannya, itu yang harus direncanakan dari awal, bukan tiba-tiba bangun. Kalau di bangun tapi tidak dengan perencanaan awal, lalu mau diisi dengan apa?,” sentil Pontoh.

Saat ini, dokter lulusan Universitas Pattimura menjadi salah satu solusi menjawab persoalan tersebut karena direkrut kabupaten/kota.

Pontoh melanjutkan, masalah kekurangan tenaga kesehatan, Puskesmas di Maluku terbantukan dengan program Kementerian Kesehatan, Nusantara Sehat.

“Memang ada beberapa yang belum ada, tapi untuk jangka pendek ini diisi oleh tenaga kesehatan Nusantara Sehat. Program ini untuk membantu daerah mengatasi keterbatasan tenaga kesehatan di Puskesmas,” katanya. (RUZ)

Penulis:

Baca Juga