KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – Ratusan mahasiswa tergabung dalam gerakan Save Kilmury mendemo Kantor Gubernur Maluku.
Mereka menuntut perhatian pemerintah daerah soal ketertinggalan pembangunan di salah satu wilayah paling terisolir di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) itu. Dalam demo tersebut, Gubernur Said Assagaff disebut telah menyebar hoax atau kabar bohong soal Kilmury.
“Apakah itu bukan hoax? Sudah sampai akhir masa jabatan Pak Assagaff, katanya Kelmury akan dikepung pembangunan infrastruktur. Tapi realisasi perkataan Pak Assagaff tidak pernah ada. Makanya kami datang untuk tagih janji,” kata Ibrahim dalam orasinya di depan Kantor Gubernur Maluku, Senin (26/11).
Anggota Save Kilmury ini menuturkan, sewaktu tiba di Kecamatan Kilmury akhir 2017, Assagaff bersama sejumlah pimpinan SKPD menyatakan awal 2018, Kilmury akan dikepung oleh pembangunan infrastruktur. Ternyata tidak ada seperti digembar-gemborkan oleh Assagaff. “Kami tidak pernah merasakan pembangunan itu. Janji Pak Gubernur hanya janji manis isapan jempol,” kata Ibrahim.
Faktanya, 73 tahun Indonesia merdeka, Kilmury belum sedikit juga tersentuh infrastruktur, baik jalan, jembatan, listrik, dermaga kapal atau jaringan telekomunikasi. Sebut saja listrik, kenyataannya masyarakat masih menggunakan lilin atau lampu pelita sebagai satu-satunya alat penerangan di malam hari.



























