Sekretaris Kota Ambon, A.G Latuheru menolak memberikan komentar terkait rencana keberangkatan ke Palestina. “Lebih baik, teman-teman wartawan langsung saja ke Walikota untuk menanyakan persoalan itu. Sebab, takutnya apa yang saya sampaikan di sini, akan berbeda dengan penjelasan Walikota,” kata Latuheru yang dikonfirmasi wartawan di kantor DPRD Kota Ambon, kemarin.
Rencana “plesiran” Pemkot Ambon dan DPRD Kota ditanggapi aktivis. Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ambon, menilai keberangkatan tersebut terkesan menghambur-hamburkan anggaran daerah.
“Kalau kegiatan hanya bersifat undangan dan bukan kunjungan kerja, mengapa yang diberangkatkan ke Palestina, (jumlah) itu sangat banyak. Ini namanya pemborosan anggaran. Padahal masih banyak persoalan rakyat di Kota Ambon yang lebih penting untuk diselesaikan,” tegas Ketua Bidang Perguruan Tinggi Kemahasiswaan dan Kepemudaan (PTKP) HMI Cabang Ambon, Mizwar Tomagola, kemarin.
Menurutnya, kunjungan ke Palestina tidak bersifat penting dan mendesak. Apalagi negara tersebut merupakan wilayah rawan konflik. Berkaca dari kunjungan Pemkot dan DPRD Kota Ambon ke negara-negara Eropa dan Asia yang tergolong maju saja tidak memberikan kontribusi positif bagi Kota Ambon.
Kota Ambon yang terbilang belum memiliki kelengkapan infrastruktur publik, parlemen dan Pemkot diingatkan jangan hanya berpikir untuk diri sendiri tanpa mempedulikan masyarakat banyak.
“Dengan jumlah yang berkunjung ke Palestina sebanyak itu, sudah pasti akan habiskan anggaran ratusan juta rupiah. Lebih baik anggaran ke luar negeri digunakan mengatasi persoalan sampah, jalan-jalan yang rusak dan infrastruktur lain yang masih kurang dari pada dipakai untuk kesenangan pejabat Pemkot dan DPRD Kota Ambon,” ujar Tomagola. (MG5)



























