Sekilas Info

Tukang Ojek Gunung Nona Terdakwa Cabul

istILUSTRASI

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - Abraham Tuhumury alias Ampi (19) duduk di kursi terdakwa Pengadilan Negeri Ambon. Tukang ojek yang satu ini didakwa dengan tuduhan mencabuli “Bunga” yang masih di bawah umur.

Yang ironis, ternyata Bunga (nama samaran) merupakan tetangga pelaku sendiri di Lorong Pura, kawasan Gunung Nona, Kecamatan Nusaniwe.

Tukan ojek cabul ini dihadapkan di depan majelis hakim Pengadilan Negeri Ambon dipimpin Leo Sukarno dan Hakim Anggota Cristina dan RA Didi Ismiatun. Sedang terdakwa Abraham Tuhumury alias Ampy didampingi Penasehat Hukum Ahmad Solissa SH.

Dalam dakwaannyadi depan majelis hakim JPU Kejari Ambon Junita Sahetapy mengungkapkan, peristiwa pahit yang dialami korban yang masih duduk di kelas satu SMP itu terjadi pada Kamis 06 September 2018 lalu yakni, sekitar pukul 02.00 Wit. Tepatnya di rumah korban di Lorong Pura jembatan masuk Kuburan Muslim, Gunung Nona.

Korban sedang tidur bersama adik laki-lakinya didalam kamar, sementara terdakwa entah datang darimana ternyata sudah berada di kamar korban. Melihat situasi dimana hanya korban dan adiknya saja di rumah, muncul niat jahat dari pelaku Ampy.

Ampy nekat melucuti celana korban sebatas lutut. Tersadar dari tidur korban Bunga yang melihat pelaku melakukan hal tersebut langsung melakukan perlawanan dengan mencakar-cakar kedua paha pelaku sambil berteriak minta tolong ke tetangga terdekat.

Tapi perbuatan Ampy sudah jalan, sambil memasukkan ibu jari ke liang kemaluan korban, pelaku sempat menyuruh korban diam. Tapi korban tetap menjerit kesakitan, dan Ampy tidak peduli hingga selesai mencabuli korban dan menaikkan celana korban, pelaku langsung kabur.

Aksi bejat terhadap si anak, membuat ibu korban berang dan tidak terima. Sang ibu lalu melaporkan aksi cabul terdakwa ke Polres Pulau Ambon setelah mendengarkan penuturan koban Bunga.

“Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam dengan pasal 290 ayat (2) KUHP,” tegas PU Junita Sahetapy SH.

Terdakwa Ampy ketika dicegat wartawan, mengaku mencabuli korban bukan baru sekali itu. Seperti didakwakan JPU, terdakwa telah melakukan aksi itu sejak korban masih duduk di bangku SD kelas 6.

“Beta cabul Bunga itu di kelas 6 SD, sebanyak lima kali. Terakhir, pada bulan September kemarin baru korban beritahu ibunya, lalu beta dapa tahan di Polisi ini, “ beber Ampy dengan nada sesal. (KTA)

Penulis:

Baca Juga