Bareskrim Usut Skandal Izin BPS di Gunung Botak

Utama

Warga Usul Bentuk Tim Investigasi di GB

badge-check


					ILUSTRASI Dok/Kabartimurnews Perbesar

ILUSTRASI Dok/Kabartimurnews

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – Meski sudah resmi ditutup tambang Emas Gunug Botak (GB), masih ada aktivitas penambangan “siluman” di malam hari. Benarkah?

Polda Maluku diminta membentuk tim investigasi. Warga menduga ada keterlibatan sejumlah oknum yang sengaja bermain “siluman” membacking penambang yang kerap beroperasi di malam hari.

“Harus ada Tim investigasi khusus yang bekerja memantau kawasan gunung botak. Karena masih terdapat penambangan diam-diam yang dilakukan sejumlah penambang,” ungkap sejumlah warga, kepada Kabar Timur, kemarin.

Menurut mereka, bila penutupan tambang hanya belaka. Pasalnya, masih ada penambang yang naik dan beroperasi diam-diam. “Para penambang masih naik ke atas (Gunung Botak). Yang menjadi pertanyaannya, kenapa mereka bisa naik pada malam hari dan turun pagi hari,” ungkap warga lainnya.

Masih ada penambang yang beroperasi malam hari dan turun di pagi ini, warga menduga, ada keterlibatan oknum-oknum polisi yang sengaja membacking kerja penambang.

“Saya menduga ada keterlibatan oknum polisi. Sehingga para penambang masih melakukan aktivitasnya secara tersembunyi. Kapolda harus bentuk tim untuk menindak oknum-oknum tersebut,” pintanya.

Kapolda Maluku melalui Kabid Humas Kombes Pol. Muhamad Roem Ohoirat kepada Kabar Timur menegaskan, penertiban kawasan GB dan sekitarnya, merupakan bukti dari keseriusan Polri dalam menegakan aturan yang berlaku.

“Anggota yang terlibat atau menerima suap di Gunung Botak, harus dipecat,” kata Ohoirat mengutip pernyataan keras Kapolda Maluku, Senin (5/11).

Mencegah masuknya kembali penambang ilegal, Kapolda meminta jajarannya untuk kembali mensterilkan kawasan tersebut dari praktek-pratek liar, baik dilakukan masyarakat setempat maupun anggota polisi.

“Jadi Gunung Botak harus disterilkan dari segala bentuk praktek-praktek ilegal oleh siapapun. Kalau ada anggota yang terlibat, langsung dipecat,” tambah Ohoirat.

Sementara itu, Ikram Umasugi, Anggota DPRD Maluku, Dapil Pulau Buru, yang dikonfirmasi Kabar Timur terkait informasi masuknya kembalinya penambang beroperasi di Gunung Botak, membenarkan informasi itu.

“Informasi dari masyarakat seperti itu, karena itu perlu ditindaklanjuti, agar para penambang ditindak berikut backingnya,” kata Ikram, seraya menambahkan, bila penambangan menggunakan merkuri dan sianida tidak dihentikan, maka tidak menutup kemungkinan Maluku bakal seperti Minamata, di Jepang.

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

Lapas Ambon Perkuat Mental Spiritual Warga Binaan Selama Ramadhan

19 Februari 2026 - 11:42 WIT

Warga muslim di Leihitu Maluku Tengah puasa 1 Ramadhan Selasa

17 Februari 2026 - 20:42 WIT

Cetak Generasi Tangguh, Lanud Pattimura Gelar Persami KKRI 2026 bagi Pelajar Maluku

14 Februari 2026 - 19:19 WIT

Skandal UP3 Tanimbar, Dugaan Pelanggaran Prosedur Pembayaran Proyek Ratusan Miliar

7 Februari 2026 - 12:11 WIT

Maluku Raup Rp 6 Triliun dari Pajak Impor, Investasi Tembus Rp365 Triliun

6 Februari 2026 - 00:39 WIT

Trending di Maluku