KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – Terungkap fakta baru pembunuhan sadis terhadap Alim alias Istiar Nurlatu, korban yang ditemukan tanpa kepala di dalam rumahnya, Desa Waelikut, Kabupaten Buru Selatan, 28 Oktober, dinihari, lalu. Pria 60 tahun ini tidak melakukan perlawanan sedikitpun, karena dalam posisi tertidur.
Kasus pembunuhan keji yang diduga dilakukan Siliwai Nurlatu (SN), dibantu selingkuhannya Nela Latbual (NL), istri kedua korban pembunuhan, berjalan mulus sesuai rencana.
Berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), SN masuk melalui jendela dan langsung menghabisi korban yang saat itu telah tertidur pulas. SN berhasil masuk setelah NL, selingkuhannya membuka jendela.
“Berdasarkan olah TKP dan keterangan dari pelaku, bahwa korban tidak sempat melakukan perlawanan karena posisi korban saat itu sedang tidur dan tersangka langsung melakukan pembunuhan tersebut,” ungkap Kapolres Pulau Buru AKBP. Adityanto Budi Satrio melalui Kasat Reskrim AKP. Ryan Citra Yudha kepada Kabar Timur, Kamis (1/11).
Dalam kasus ini, pelaku pembunuhan yang tak berperi kemanusiaan itu, hanyalah SN dan NL, pasangan terlarang. “Dari keterangan kedua pelaku, bahwa tidak ada tersangka lain selain mereka berdua,” tambah Ryan melalui telepon genggamnya.
Kasus pembunuhan berencana tersebut, saat ini dalam proses penyusunan berkas perkara kedua tersangka yang kini telah meringkuk di rumah tahanan Markas Polres Buru. Sehari dua, penyidik akan mengirimkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP). “Untuk SPDP dalam waktu 1 atau 2 hari ini kita kirimkan ke Jaksa,” tandasnya.
Sebelumnya diberitakan, percakapan via handphone akhirnya mengungkap misteri pelaku utama dibalik pembunuhan sadis lelaki dua istri di Desa Waelikut, Buru Selatan (Bursel), Minggu, 28 Oktober 2018, dinihari, lalu.
Sandiwara pembunuhan sadis terhadap korban Alim alias Istiar Nurlatu akhirnya terbongkar. Pelaku utamanya adalah: Siliwai Nurlatu (SN) dan Nela Latbual (NL), yang merupakan istri kedua korban. Yang belakangan diketahui kedua pelaku ini tengah menjalin “cinta terlarang” alias berselingkuh.



























