Bareskrim Usut Skandal Izin BPS di Gunung Botak

Utama

DPRD Soroti Sengketa Lahan Dermaga Ferry Hila

badge-check


					Istimewa/Kabartimurnews Perbesar

Istimewa/Kabartimurnews

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON – Tanah seluas dua hektare yang berlokasi di pantai Tahoku Negeri Hila Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), kini menjadi sorotan DPRD Maluku. Pasalnya, lahan yang rencananya akan dibangun dermaga ferry penghubung Pulau Ambon-Pulau Seram itu hingga kini masih menjadi masalah.

“Masalah ini akan kita bahas di komisi C DPRD Maluku bersama ASDP Ferry Ambon maupun Dinas Perhubungan Maluku. Kami ingin dengar kendalanya dimana saja,  biar setelah itu pihak Komisi bisa memediasi untuk menyelesaikan masalah ini,”kata anggota DPRD Maluku, Habiba Pelu kepada wartawan, kemarin.

Dia mengatakan, sengketa lahan yang katanya antara pihak keluarga pemilik tanah dati lating Nusatapy harus bisa diselesaikan secepatnya. Sebab, pembanggunan dermaga ferry merupakan perhatian Pemerintah Pusat maupun Daerah dalam memberikan pelayanan transportasi yang baik ke masyarakat dengan menyediakan semua fasilitas infrastrukturnya.

Namun, ketika kemudian lahan yang kembali menjadi hambatan proses pembangunan tersebut maka tugas DPRD Maluku untuk mencari solusi dengan melakukan pembahasan terlebih dahulu bersama pihak terkait.

“Kalau kendala lahan menjadi hambatan pembanggunan dermga ferry, maka harus ada upaya penyelesaiannya antara pemilik lahan, ASDP dan Perhubungan maupun komisi. Jangan dibiarkan begitu saja,”tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

Lapas Ambon Perkuat Mental Spiritual Warga Binaan Selama Ramadhan

19 Februari 2026 - 11:42 WIT

Warga muslim di Leihitu Maluku Tengah puasa 1 Ramadhan Selasa

17 Februari 2026 - 20:42 WIT

Cetak Generasi Tangguh, Lanud Pattimura Gelar Persami KKRI 2026 bagi Pelajar Maluku

14 Februari 2026 - 19:19 WIT

Skandal UP3 Tanimbar, Dugaan Pelanggaran Prosedur Pembayaran Proyek Ratusan Miliar

7 Februari 2026 - 12:11 WIT

Maluku Raup Rp 6 Triliun dari Pajak Impor, Investasi Tembus Rp365 Triliun

6 Februari 2026 - 00:39 WIT

Trending di Maluku