KABARTIMURNEWS.COM,AMBON-Di balik proses hukum sejumlah kasus dugaan korupsi PT Bank Maluku Malut, Gubernur Maluku Said Assagaff terus didesak melakukan ‘pembenahan’ di bank tersebut. Karena pengurus bank diisi para pejabat yang lebih mendahulukan kepentingan pribadi ketimbang profit atau keuntungan bank.
Bahkan, para pejabat bank tak segan-segan menjadikan pegawai bawahan sebagai korban. Sebut saja, pelatihan pegawai kerap dipersulit, sedang perjalanan dinas pejabat dengan dana puluhan juta sekali jalan dieksekusi dengan mudah.
“Direksi berlomba-lomba perjalanan dinas hanya untuk nambah-nambah uang saku. SPPD kelas bisnis, tapi naiknya ekonomi. Hotel berbintang, tapi masuk penginapan. Kalau diaudit banyak yang kena itu,” ungkap sumber Bank Maluku Selasa, kemarin melalui telepon seluler.
Terpisah Kuasa Hukum Serikat Pekerja (SP) Bank Maluku Ode Abdul Mukmin mendesak Gubernur Maluku Said Assagaff melakukan perombakan besar-besar di tubuh Bank Maluku. “Iya termasuk komisarisnya semua, bukan saja dewan direksi,” ujar Ode Abdul Mukmin.
Ketika ditunjukkan data fraud atau malpraktek administrasi di Bank Maluku, Ode menilai hal itu disebabkan, adanya mental Hazard. Keuntungan bank nomor sekian, keuntungan pribadi didahulukan.
Menurut dia, kepengurusan bank baik level komisaris maupun direksi saatnya dirombak. Jika tidak, skandal perbankan berpotensi terjadi berulang kali karena kehadiran mereka melemahkan sistem internal di bank tersebut. “Ini semua merugikan bank, ini, ini, ini, wah puluhan miliar ini,” ujar Ode saat ditunjukkan beberapa data fraud.
Berdasarkan dokumen yang dikantong Kabar Timur, terungkap kalau Bank Maluku memang sarat masalah. Yaitu dokumen berupa memorandum No.KMR/03/25/VII/2013, tertanggal 23 Agustus 2013. Yang mana Ketua Unit Kerja Anti Pencucian Uang (UKAPU) Hengky Nanlohy menyurati Direktur Kepatuhan Izaac Thenu, dengan perihal Laporan Data Fraud Pegawai Bank Maluku.



























