Bareskrim Usut Skandal Izin BPS di Gunung Botak

Utama

Ketahuan Hamil Nona Ambon Diterlantarkan di Balikpapan

badge-check


					Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON – Kisah cinta terlarang terungkap, ketika ketahuan membawa lari ES ke Balikpappan, Kalimantan Timur. Gadis itu hamil, bukannya dibawa pulang ke Ambon, tapi ditinggal pergi.

Seorang Nona Ambon berinisial ES (24) jadi korban kebejatan wasit karate berinisial YA (44). Lelaki yang belakangan diketahui telah beristri, sebelumnya berjanji akan bertanggung jawab perbuatannya dengan membuat surat pernyataan pribadi di salah satu rumah kopi di Kota Ambon.

Namun, janji tinggal janji, YA belum juga mempertanggungjawabkan perbuatannya.  Sementara ES sudah berbadan dua dengan usia kandungan 4 bulan. Ny Itje Sainyakit orangtua ES mengungkapkan YA sendiri mengaku menghamili korban dan berjanji akan bertanggungjawab setelah urusan cerai isterinya selesai di pengadilan.

Hanya saja, diduga pengakuan YA hanya kamuflase. Buntutnya pelaku mencoba menghasut keluarga ES agar tidak melapor ke Polisi untuk diproses hukum. Kisah cinta terlarang sang wasit karate ini terungkap, ketika dia ketahuan membawa lari ES ke Balikpappan, Kalimantan Timur. Di sana, korban ES ternyata hamil. Bukannya bersikap gentelmen, YA malah kembali ke Ambon sendiri tanpa membawa pulang ES.

“YA lari dari anak kami di Balikpapan. Untungnya ada teman anak kami di sana. Setiap hari dia diberi makan dan tumpangan tidur sebelum kami kirim tiket untuk dia pulang Ambon,” beber Ny Itje kepada Kabar Timur, Senin (1/10).

Sementara korban ES mengungkapkan dia malah dilapor oleh isteri YA ke bos Toko Enam tempatnya bekerja. Akhirnya dia dipecat, karena isteri YA kerap datang mengganggu dengan membawa-bawa laporan miring tentang dirinya.

Perilaku tidak terpuji YA telah dilaporkan ke Dewan Wasit PB Forki di Jakarta. ’’Saya sudah laporkan perbuatan Yopie di Dewan Wasit dan PB Forki,’’ terang ES. Ketika dikonfirmasi menyangkut surat pernyataan yang dibuatnya itu, YA mengakuinya. ’’Ya memang benar surat pernyataan itu saya yang buat,” ungkap YA kepada wartawan.

Namun disinggung sejauh mana tanggung jawabnya telah menghamili ES, YA berkelit dirinya tengah di jalan dan lagi ramai sehingga setibanya di rumah baru dirinya mengontak wartawan. Akan tetapi YA menolak diberitakan sebelum dilakukan pembicaraan empat mata dengan wartawan. ’’Bung, besok baru kita ketemu bicarakan hal ini,’’ elak YA.

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

Konflik Berdarah di Tanimbar, Satu Tewas dan Empat Luka

30 November 2025 - 23:38 WIT

Polda Maluku Kerahkan Pesawat Cari 11 ABK Hilang di Laut Banda

26 November 2025 - 02:10 WIT

Begini Cara Kejaksaan Awasi  Aliran Kepercayaan

20 November 2025 - 23:59 WIT

Polisi Periksa 13 Saksi Terkait Sianida di Ruko Batu Merah

20 November 2025 - 02:51 WIT

BKSDA Maluku Amankan 14 Ular Leopard

19 November 2025 - 01:22 WIT

Trending di Utama