KABARTIMURNEWS.COM,PALU-Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan, berdasarkan data sementara, jumlah korban yang meninggal dunia akibat gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah mencapai 48 orang.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, jumlah tersebut sesuai dengan data yang diterima pada pukul 10.00 WIB, Sabtu (29/9). Selain itu, ada 356 orang korban yang mengalami luka-luka. Seluruh korban jiwa dan korban luka tersebut telah dilarikan ke sejumlah rumah sakit.
Berikut adalah daftar rumah sakit beserta rincian jumlah korban ;
a. Rumah Sakit Woodward Palu: 2 Meninggal dunia, 28 luka
b. Rumah Sakit Budi Agung Palu: 10 Meninggal dunia, 114 luka
c. Rumah Sakit Samaritan Palu: 6 Meninggal Dunia, 54 luka
d. Rumah Sakif Undata Palu: 30 Meninggal Dunia, 160 luka.
Jumlah korban jiwa dan korban luka ini masih bisa terus bertambah. Ini diakibatkan sampai saat ini tim penanggulangan bencana masih terus melakukan pendataan terhadap kerusakan bangunan. “Diperkirakan puluhan hingga ratusan orang belum dievakuasi dari reruntuhan bangunan,” kata Sutopo melalui keterangan tertulisnya.
Sampai saat ini listrik di dua kota tersebut masih padam, mengakibatkan sinyal komunikasi juga turut menghilang. “Komunikasi lumpuh akibat listrik padam menyebabkan pendataan dan pelaporan dampak gempa dan tsunami di Kota Palu dan Donggala tidak dapat dilakukan dengan cepat,” kata dia.



























