Meski rekrutmen pejabat untuk mendapatkan pejabat eselon II defenitif ini sudah dilalui, Bupati SBT dinilai masih saja tarik ulur. Ketika dikonfirmasi Kabar Timur, Bupati Abd Mukti Keliobas menepis hal itu disebabkan pertimbangan politis.
Dia menyatakan, molornya pelantikan dikarenakan masih perlunya kajian terhadap hasil lelang jabatan yang telah dikantongi pihak BKD. Setelah dikaji, akuinya, ternyata masih ada hal-hal teknis yang perlu dikonsultasikan dengan pihak KASN.
Sebelumnya diberitakan tak ingin SK pejabat defenitif eselon II dibatalkan oleh KASN, Bupati Abd Mukti Keliobas menyatakan perlu satu langkah lagi sebelum melakukan pelantikan. “Targetnya satu minggu ke depan paling tidak pelantikan sudah dilakukan,” ungkap Mukti kepada wartawan di Kantor Bupati (29/8) lalu.
Mukti terkesan hati-hati dan ingin menghindari munculnya klaim yang tidak diinginkan pasca pelantikan nanti. Untuk itu dia ingin memastikan kalau seluruh hal teknis rekrutmen ASN eselon II itu telah dilalukan mekanisme sesuai prosedur.
Sayangnya Mukti menolak membeberkan hal-hal teknis apa saja yang butuh konsultasi KASN. Dia menegaskan hal teknis dimaksud sifatnya internal dan tak bisa dibuka ke ruang publik.
“Jadi tidak ada hal-hal politis, intinya supaya pelantikan tidak dibatalkan saja oleh KASN. Kita tunggu kepala BKD kembali dari Jakarta langsung kita siapkan pelantikan,:” janji Mukti menjawab Kabar Timur hari itu. (KTA)



























