Sekilas Info

Lokasi Talud di Kelapa Dua Dinilai Salah Tempat

Istimewa/KabarTimurNews.com

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON-Lokasi pembangunan prasarana pengamanan pantai (talud) di Dusun Kelapa Dua Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) menuai protes warga setempat. Warga menilai lokasi pekerjaan proyek tidak tepat sasaran atau berada pada lokasi yang salah.

Kepada Kabar Timur di Ambon, Jumat (14/9), warga Kelapa Dua yang enggan namanya dikorankan mengatakan masyarakat tetap mendukung jika wilayahnya dibangun prasarana pengaman pantai. Tapi, lokasi pembangunan tersebut harus sesuai kondisi pantai yang ada.

“Saya bersyukur karena pemerintah sudah membangun talud di wilayah saya. Hanya saja, yang bikin kecewa karena lokasi pekerjaan proyek itu, Dinas PU tidak melihat kondisi pantai mana yang tingkat abrasinya sudah parah,”katanya.

Dia mengatakan, sebelum pekerjaan itu dilakukan, tim survey dari dinas PU Provinsi Maluku terlebih dahulu telah meninjau lokasi proyek. Yang dianggap sangat parah yakni wilayah pantai yang ada pada RT 03 di dusun tersebut.

“Tim survey Dinas PU Maluku sudah turun mengecek langsung di lokasi. Wilayah yang rentan terjadi bencana ada pada RT 03. Dan pihak PU sudah melihat kondisi langsung. Tapi aneh, saat pekerjaan dilakukan, yang dikerjakan hanya di pesesir pantai RT 01 dan RT 02,”tandasnya.

Mestinya, proyek yang dikuncurkan lewat APBD 2018 dengan nilai kontrak Rp. 1.967.965.000 itu digunakan pada wilayah yang pantainya sudah mengalami abrasi yang parah, bukan pada lokasi yang kini tengah dalam pengerjaan itu.

“Rumah penduduk di RT 03 sudah berdekatan dengan bibir pantai. Disitu sering terjadi longsor akibat pengikisan air laut. Tapi sayang, lokasi itu tidak dikerjakan terlebih dahulu sehingga menghindari adanya korban, malah RT 01 dan RT 02 yang mendapat perhatian,”ujarnya.

Dia mengungkapkan, ketika musim barat, air laut mudah akan memasuki rumah warga yang terletak di RT 03. Warga akan dibuat kerepotan mengangkat sampah yang menggantung pada dinding-dinding rumah.

“Kondisi ini akan terjadi jika musim barat tiba. Makanya, ketika pembangunan talud lebih diprioritaskan pada RT 01 dan RT 02, saya katakan ini proyek yang salah alamat,”tegasnya.

Dia berharap, CV Eirene Citra Perkasa yang menangani proyek miliaran rupiah itu bisa mengusulkan kepada PU Provinsi untuk memindahkan lokasi proyek. Hal itu dipandang penting sehingga warga yang berada di RT 03 terasa nyaman kala musim barat tiba.

“Saya berharap semoga bisa dipindahkan atau RT 03 lebih diprioritaskan lebih dulu, karena ini menyangkut hidup orang banyak. Tapi jika tidak, maka lama-kelamaan, rumah warga di RT 03 akan tersapu bersih dibawah air laut,”pungkasnya.

(Mg3)

Penulis:

Baca Juga