KABARTIMURNEWS.COM,AMBON – Tiba di Ambon, Jumat (7/9), bakal calon Wakil Presiden Sandiaga Salahudin Uno menghadiri sejumlah kegiatan.
Sandiaga mengunjungi jibu-jibu atau penjual ikan di Pasar Tulehu, Salahutu, Maluku Tengah (Pulau Ambon).
Menuju lokasi pertemuan yang berada di tengah Pasar Ikan Tulehu, Sandiaga disambut dengan tarian Cakalele oleh puluhan anak-anak. Dia berjalan menyapa pedagang di lapak masing-masing. Saat melintas, dia dipeluk, dicium, dan menjadi rebutan Ibu-Ibu yang ingin mengabadikan momen pertemuan langka tersebut.
Kedatangan mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini disambut suka cita oleh ribuan warga Tulehu.
Menyapa langsung para pedagang ikan, Sandiaga yang juga salah satu pengusaha sukses di Indonesia ini menanyakan problem yang mereka alami. Di hadapan ratusan jibu-jibu yang mayoritas adalah emak-emak atau ibu-ibu, Sandiaga membagikan tips sukses.
Ia terlihat mengangkat seekor ikan Kakap Merah berukuran sedang. “Ini namanya ikan apa. Dijualnya dengan harga berapa,” tanya Sandi sembari dijawab seorang Ibu, “Ini namanya ikan Kakap Merah.”
Menyapa para pedagang, Sandi kemudian berdialog dengan mereka di sebuah tenda yang telah disiapkan. Tidak ada batasan dalam sesi dialog tersebut, hingga akhirnya jadwal yang diatur menjadi molor.
Dalam pertemuan itu, mantan ketua umum HIPMI Indonesia memberikan tips yang merupakan kunci keberhasilan, yakni sabar, tekun, kerja keras, jujur dan ikhlas.
Sekitar 3 jam bertatap muka dengan warga, Sandi menuju pusat perbelanjaan Ambon City Center (ACC), Kawasan Passo, Kota Ambon. Dia berdialog tentang Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
“Bertemu ibu-ibu, jibu-jibu untuk bagaimana dapat meningkatkan omset mereka. Karena kadang-kadang (jualan) sepi, dan kadang-kadang ramai. Harapan mereka adalah bantuan permodalan. Itu yang diharapkan agar UMKM lebih diperhatikan ke depan. Ini yang menjadi masukan dari kaum mama (ibu),” kata Sandi kepada wartawan.
Masukan yang diterimanya kelak bisa dijadikan sebagai sebuah kebijakan dengan memberikan bantuan secara kongkrit. Mengeluarkan kebijakan yang pro terhadap mereka. “Harga-harga dibuat murah, lapangan kerja bisa dibuka dan penghasilan mereka bisa meningkat,” terangnya.
Tulehu, lanjut Sandi, dikenal sebagai pusat atau kampung sepak bola. Negeri ini telah melahirkan banyaknya talenta-talenta pesepakbola nasional, serta menciptakan pemuda-pemuda yang kreatif. “Desa Tulehu ini dari tahun 1991 pelabuhannya mangkrak. Jembatan ini yang pertama (akan diperhatikan) karena yang paling dirasakan masyarakat di sini. Nomor 2 ada institusi pendidikan. Universitas Darussalam, dikembangkan lagi dan dibuka kembali. Sehingga ada dampak ekonomi buat ibu-ibu di sini. Incomenya (pemasukan) banyak, ekonominya bergerak. Ketiga, permodalan melalui institusi pembiayaan koperasi, BMP kita bangkitkan supaya ada pembiayaan buat pedagang kecil,” kata Sandi.
Mantan Wakil Gubernur DKI ini mengaku, kedatangannya di Ambon ingin membangkitkan perekonomian Maluku melalui pemberdayaan UMKM. Ia mengajak masyarakat untuk bersatu agar dapat menghadapi situasi secara bersama-sama. Sebab, kekuatan untuk melawan krisis adalah persatuan. “Saya tidak ingin menyampaikan pernyataan-pernyataan yang bisa kontraproduktif dengan pemerintah. Kita akan bantu dengan apa yang kita bisa. Pisahkan politik dengan ekonomi. Jangan sampai kita krisis lagi. Karena kalau sudah masuk ke krisis kita lama keluarnya. Jadi kita harus bersatu,” ajak pendamping bakal Capres Prabowo Subianto ini.
Sandi berharap, UMKM dapat bertahan terhadap meningkatnya biaya produksi akibat fluktuasi nilai tukar rupiah dengan dolar.



























