KABARTIMURNEWS.COM,AMBON – Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Leny Rosalina, mengungkapkan dari evualuasi yang dilakukan, di seluruh daerah di Maluku belum ada yang termasuk dalam Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA).
“Hasil evaluasi KLA tahun 2018 yang baru selesai, Maluku belum satu pun kabupaten/kota yang masuk dalam result untuk memperoleh penghargaan,”ujar Rosalina kepada wartawan usai, menghadiri pembukaan fasilitasi penguatan Gugus Tugas kabupaten/kota layak anak (GT-LKA) dan pelatihan bagi forum anak daerah sebagai pelopor dan pelapor (2P), yang berlangsung di Hotel Everbright, Rabu (5/9).
Menurutnya, hal ini merupakan tantangan untuk pemerintah kabupaten/kota dan Pemerintah Provinsi Maluku sebagai pembina, untuk berinovasi, sehingga kedepan ada daerah di Maluku yang bisa menjadi contoh atau pilot project KLA.
Dijelaskan, ada lima klaster untuk menjadi kabupaten/kota sebagai KLA, yakni sipil dan kebebasan, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternertaif, kesehatan dasar dan kesejahteraan, pendidikan pemanfataan waktu luang dan kegiatan budaya, perlindungan khusus anak.
Untuk itu, dirinya meminta adanya komitmen dari pimpinan yang paling tinggi sampai semua OPD, legislatif, yudikatif, lembaga masyarakat, dunia usaha, untuk bekerjasama mewujudkan KLA. “Kami berharap kedepan ada kabupaten/kota di Maluku yang bisa menjadi pilot project KLA,”ucapnya.



























